oleh

Sudin Dukcapil Jakbar Gelar Operasi Biduk, Warga Pendatang Baru Akan Diberikan SKDS

-Daerah-304 views

Jpeg

FAKTA PERS – Jakarta.

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat akan melakukan operasi pembinaan penduduk (Biduk) di sejumlah wilayah padat penduduk dan apartemen yang ada di wilayah Jakarta Barat.

Operasi Biduk tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, petugas Imigrasi Bandara, dan petugas dari Kecamatan dan Kelurahan. Sasarannya adalah pendatang baru dan warga negara asing (WNA).

Operasi Biduk kali ini adalah wilayah perumahan Taman Palem Mutiara Blok A, B, C, D, dan E, Rt 06/14 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (27/7/2016).

Kasudin Dukcapil Jakbar, Moh Hatta menjelaskan Biduk di apartemen melibatkan tim gabungan Dukcapil, Satpol PP, Imigrasi dan TNI-Polri. Kali pertama, biduk akan dilaksanakan di kawasan cengkareng timur, sasarannya penghuni kos-kosan.

Untuk apartemen City Resort Cengkareng, Biduk dilaksanakan pada 3 Agustus mendatang. “Kami akan berkoordinasi dengan PPRS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun) untuk melakukan pendataan di apartemen tersebut,” ujar Hatta.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan petugas imigrasi jika dalam operasi biduk nantinya terdapat WNA yang tidak memiliki dokumen lengkap agar bisa lansung diserahkan ke petugas imigrasi.

“Untuk apartemen, kami akan laksanakan operasi Biduk pada malam hari. karena kalau siang jarang ada penghuni, mereka ada yang kerja dan lain sebagainya. Untuk mendata kami sediakan tempat di lobi apartemen. Biasanya kalau malam, penghuni apartemen sudah pulang dari aktivitas,” jelasnya.

Selain apartemen City Resort Cengkareng, kegiatan Biduk juga akan dilaksanakan di sejumlah apartemen lainnya di delapan kecamatan se-Jakarta Barat. Dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Di tempat yang sama, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi juga menyampaikan, operasi Biduk pembina kependudukan tata tertib adminitrasi kependudukan dan uji kepatuhan bagi pendatang baru dan WNA memang dilaksanakan pasca lebaran.

“Dulu kita tertibkan, kita pulangkan ke daerah tapi sekarang tidak lagi. Jakarta ini ibu kota, kota terbuka untuk siapa saja, tidak bisa dibatasi. Jadi kita lakukan pembinaan pada warga pendatang supaya masyarakat patuh akan peraturan”, ujar Anas.

Menurut Anas, bagi warga yang memiliki surat jalan dari kampung asalnya akan diberikan SKDS (Surat Keterangan Domisili Sementara) dengan jangka satu tahun. Jika ditemukan warga lain daerah yang memiliki pekerjaan tetap di Jakarta, maka pihaknya akan memberikan pelayanan untuk membuat KTP DKI jakarta.

Hal itu dilakukan agar semuanya menjadi jelas.”Ini kan menyangkut layanan. Seperti air bersih, listrik, dan juga kemacetan. Itu juga akan menjadi permasalahan tersendiri dari dampak urbanisasi tersebut. Untuk itu kita lakukan pendataan agar semuanya menjadi tertib aturan,” ujar Anas.

(Hery Lubis)

Komentar

News Feed