oleh

Banjir Parah Tenggelamkan Sebagian Wilayah Jakarta Selatan dan Timur

-Daerah-245 views
banjir di kemang
Mobil terendam di basement Kemang Square (foto kiriman netizen @fajarRed)

FAKTA PERS – Jakarta.

Hujan lebat mengguyur wilayah Jakarta, Sabtu (27/8/2016) menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terkonsentrasi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

“Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD DKI Jakarta terdapat 39 RW di 15 kelurahan, 8 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Sebanyak 10.538 KK atau 31.622 jiwa terdampak langsung oleh banjir,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Kendati demikian, menurut Sutopo tidak ada pengungsian akibat banjir ini. Adapun beberapa titik banjir di wilayah Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak, Cipete Selatan, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan. Sementara di Jakarta Timur titik banjir meliputi Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati.

Banjir yang terbilang parah ini menimbulkan kemarahan warga DKI Jakarta. Salah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Lou Chin Lung meluapkan amarah di akun facebooknya. Ia menganggap Ahok tak mampu atasi banjir seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Selain itu menurut salah satu saksi mata bernama Fajar mengatakan kondisi banjir di Kemang, Jakarta Selatan sangat parah. Dalam basement gedung Kemang Square banyak mobil yang terendam hingga separuh badan, bahkan terendam seluruhnya.

banjir di kemang2
Didepan Tamani Cafe (@fajarRed)

“Banjir di basement, sudah coba dibuang pakai pompa, tapi enggak bisa,” ujarnya.

Sejumlah warga negara asing pun ikut terjebak banjir di Kemang. Sekitar pukul 00.45 WIB Minggu dini hari (28/8/206) Satpol PP dan petugas Polisi mengevakuasi warga Jakarta termasuk warga negara asing dengan perahu karet.

Salah seorang warga asing yang menginap di Hotel Grand Kemang merasa bersyukur dan menyampaikan terimakasih pada petugas. “Oh Tuhan, terima kasih bapak polisi, bapak petugas lainnya yang selamatkan kami. Kami kaget terjebak seperti ini,”.

Ada pula warga asing yang meluapkan kemarahannya di hadapan masyarakat yang masih berkumpul di lokasi.

“Ini semua gara-gara Kemang Village. Itu kawasan hijau, daerah bukan resapan air tapi tetap dibangun. Dahulu sebelum dibangun tidak pernah banjir. Setelah ada itu banjir semua,” kata pria asing yang enggan menyebutkan namanya, seperti dilansir dari viva.co.id.

(AF)

Komentar

News Feed