Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDPRD Provsu Evaluasi Kegiatan Pembangunan APBD Sumut 2015 di Padang Lawas
Array

DPRD Provsu Evaluasi Kegiatan Pembangunan APBD Sumut 2015 di Padang Lawas

IMG_20160805_105919
Badan jalan di lingkungan IV desa Sisupak menuju Desa Sigala-gala kecamatan Barumun dengan lebar 3 meter x 200 meter yang tidak diaspal, di lingkungan IV desa Sisupak menuju Desa Sigala-gala kecamatan Barumun.

FAKTA PERS – Padang Lawas.

DPRD Provsu dari komisi C, Sutrisno Pangaribuan didampingi Staf Sekwan, Afandi Ekaputra dan M Sofyan melakukan kunjungan kerja (Kunker) guna mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersumber dari dana APBD Sumut tahun anggaran 2015 yang dilaksanakan di daerah pemerintah Kabupaten Padang Lawas.

Turut dalam kegiatan peninjauan itu, PPTK Binamarga UPTD Gunung Tua, Taufik Rahim dan Risky, didampingi KTU Suwardi serta Andi Junaidi sebagai pengawas kegiatan pada  UPT Dinas Binamarga Gunung Tua.

IMG_20160805_105032
Tampak semak belukar tumbuh hiasi jalinsum Sibuhuan serta drainase yang terputus-putus.

Dalam Kunker di sepanjang Jalinsum Gunung Tua hingga perbatasan Riau banyak sekali ditemukan kejanggalan dan kerusakan pada badan jalan, seperti pembangunan Jalinsum Sibuhuan tepatnya di lingkungan IV desa Sisupak menuju Desa Sigala-gala Kecamatan Barumun. Sepanjang 1.600 meter dengan dana Rp. 13,4 miliar bersumber dari dana APBD Provsu tahun anggaran 2015, dikerjakan kontraktor pelaksana pada tahun anggaran 2015 lalu dinilai rawan kecelakaan.

Pasalnya, selain tampak pada jalan yang dibangun dan selesai sekitar bulan November tahun 2015 lalu sudah retak, bahu/beram jalan yang tidak diberi sertu penahan, badan jalan dengan lebar 3 meter x 200 meter yang tidak diaspal, serta ditemukannya beberapa lubang yang menganga pada jalan, sehingga dinilai rawan kecelakaan.

Sutrisno Pangaribuan didampingi staf ahlinya Victor Malau dan Pebruanco Silaen kepada Fakta Pers Media mengatakan,”Miris sekali melihat keadaan jalan ini, baru selesai sudah retak dan ada ditemukan beberapa lubang pada badan jalan, begitu juga dengan beberapa jembatan yang baru dibangun tahun anggaran 2015, ini harus secepatnya diperbaiki oleh kontraktor pelaksana, karna masih dalam masa perawatan 365 hari.”

IMG_20160805_163704
Kondisi bahu/beram jalan tanpa penahan, dinilai rawan.

PPTK UPTD Binamarga Gunung Tua, Taufik Rahim dan Risky, menanggapi tentang badan jalan dengan lebar 3 meter x 200 meter yang tidak diaspal kepada Fakta Pers Media mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan terlambatnya pembebasan lahan oleh masyarakat, sehingga pengaspalan yang semula 1600 meter dialihkan dengan melakukan penambahan volume panjang jalan menjadi 1700 meter.

“Karena proses pembebasan lahannya kemarin terlambat, makanya kami alihkan pengaspalan yang semula itu panjangnya 1600 meter, kita buat menjadi 1700 meter dengan lebar keseluruhan dua ruas jalan 12 meter,” ungkap Taufik Rahim dan Risky didampingi Suwardi (KTU) serta Andi Junaidi (pengawas kegiatan)

Taufik Rahim membenarkan, kegiatan proyek Jalinsum Sibuhuan selesai dikerjakan pada tanggal 25 november 2015 lalu oleh kontraktor pelaksana PT. Ayu Septa Perdana dari Medan masih tahap pemeliharaan kontraktornya, serta memastikan akan menyampaikan hal ini kepada pemborongnya untuk memperbaiki dan atau melakukan perawatan.

IMG_20160805_182517
Terlihat jembatan yang baru dibangun di tahun anggaran 2015, dek panahan sisi jembatan sudah retak.

Pada saat peninjauan Jalinsum Gunung Tua hingga perbatasan Riau, Tim VII DPRD Sumut menemukan adanya proyek drainase Provsu yang terputus-putus, kondisi pada bahu jalan Jalinsum Sibuhuan yang dihiasi semak belukar dan lubang – lubang yang menganga pada badan jalan, tidak adanya sertu penahan pada bahu/beram jalan hingga ada yang mencapai kedalaman 30 cm dinilai rawan dapat membahayakan pengguna jalan.

“Saya minta UPTD Binamarga Gunung Tua, dalam waktu dekat ini segera memperbaiki lubang – lubang yang menganga pada badan jalan, memberi penahan sertu pada bahu jalan di sepanjang jalinsum Gunung Tua hingga perbatasan Riau, karna sangat berbahaya dilalui pengguna jalan, kalau dana yang ada saat ini kurang kita akan usulkan agar ada penambahan, sekalian dengan drainase yang terputus-putus ini akan kita upayakan ditampung di 2016” kata Sutrisno Pangaribuan menegaskan.

Tambahnya, “Kami juga menyarankan kepada pihak UPTD Binamarga Provsu di Gunung Tua agar mengevaluasi secara selektif memutuskan dan menetapkan pihak ketiga selaku kontraktor pelaksana, sehingga kegiatan pembangunan di daerah Kabupaten Palas ini, benar-benar baik dan bermutu sesuai harapan kita bersama”.

(Robert Nainggolan)

Keterangan gambar;
1.Badan jalan di lingkungan IV desa Sisupak menuju Desa Sigala-gala kecamatan Barumun dengan lebar 3 meter x 200 meter yang tidak diaspal, di lingkungan IV desa Sisupak menuju Desa Sigala-gala kecamatan Barumun.
2.Tampak semak belukar tumbuh hiasi jalinsum Sibuhuan serta drenase yang terputus-putus.
3.Kondisi bahu/beram jalan tanpa penahan, dinilai rawan.
4.Terlihat jembatan yang baru dibangun di tahun anggaran 2015, dek panahan sisi jembatan sudah retak.

(R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments