Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Miris Buruh Kasar Ilegal Asal Tiongkok yang Diamankan Polda Banten Bergaji Rp...
Array

Miris Buruh Kasar Ilegal Asal Tiongkok yang Diamankan Polda Banten Bergaji Rp 15 Juta per Bulan, Buruh Kasar Lokal Gigit Jari

pekerja ilegal Tiongkok

FAKTA PERS – Banten.

Dugaan publik terkait tenaga kerja asing asal China (Tiongkok) akan semakin membludak akibat kerjasama pemerintah Presiden Joko Widodo dengan Tiongkok semakin terbukti dengan diamankannya 70 tenaga kerja asing Tiongkok di Subdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten pada Senin, 1 Agustus 2016.

Mereka bekerja pada sebuah pabrik yang tengah dalam proses pembangunan untuk perusahaan semen yang berada di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Dari hasil pemeriksaan sementara, 70 warga Tiongkok ini adalah buruh kasar yang diperkerjakan di perusahaan pabrik semen tersebut. Mereka digelandang aparat akibat karena tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan resmi dari imigrasi.

Menurut Direktur Krimsus Polda Banten, Komisaris Besar Nurullah, 70 pekerja asal Tiongkok ini adalah sebagian dari 500 pekerja China di pabrik tersebut. Dan jumlahnya bisa terus bertambah karena sebagian lagi ada yang cuti di negaranya.

“Mereka ada yang sudah satu tahun bekerja, ini masih kami cari keterangan,” kata Kombes Nurullah, Selasa, 2 Agustus 2016.

Nurullah mengungkapkan diamankannya 70 pekerja China itu selain tidak memiliki dokumen lengkap juga sudah meresahkan masyarakat sekitar.

Yang mengejutkannya lagi, 70 pekerja ilegal yang bekerja sebagai buruh kasar ini mengaku digaji sebesar Rp 15 juta per bulan oleh perusahaan pabrik semen tersebut. Sangat jauh bila dibandingkan dengan buruh kasar warga sekitar yang hanya digaji sebesar Rp 2 juta per bulan.

“Mirisnya, tenaga kerja asal kita (Indonesia) hanya digaji Rp2 juta per bulan. Rata-rata per hari Rp80 ribu, sedangkan TKA rata-rata per hari Rp500 ribu,” ujar Nurullah.

Selain itu, jumlah pekerja asing dari China justru lebih besar dibandingkan jumlah pekerja lokalnya yakni, 70 persen tenaga kerja asing dan 30 persen tenaga kerja lokal. Nurullah menegaskan akan memanggil perusahaan yang mempekerjakan warga Tiongok secara ilegal ini

Sebagaiman diketahui, pekerja asing ilegal asal Tiongkok ini disalurkan oleh 7 perusahaan penyalur tenaga kerja asing ke Indonesia.

Polisi akan menindak perusahaan yang mempekerjakan warga China secara ilegal itu sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pemilik perusahaan akan diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.

(Matsani)

Most Popular

Recent Comments