Kamis, Mei 13, 2021
BerandaPetani Padi Sabatolang Aeknabara Barumun Terancam Gagal Panen
Array

Petani Padi Sabatolang Aeknabara Barumun Terancam Gagal Panen

IMG_20160801_125535
Kondisi tanaman petani yang kekeringan dan terancam gagal panen.

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Puluhan hektar sawah petani Sabatolang, Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas terancam gagal panen. Pasalnya petani padi kurang mendapat perhatian pemerintah, tanaman padi petani terserang hama yang dikenal dengan nama kepinding tanah. Tanaman padi tidak dipupuk dan kondisi ini semakin diperparah dengan keadaan irigasi yang kurang memadai mengairi persawahan petani.

Salah seorang Petani mengaku bernama Aliaman Pohan, mengaku bahwa usia tanaman padi miliknya sudah 40 hari, namun untuk tahun ini hanya mendapat bantuan bibit padi sebanyak 15 kg dari Dinas Pertanian Palas, sedangkan untuk pupuk maupun obat-obatan tidak ada sama sekali.

IMG_20160801_130250
Kondisi tanaman padi sawah Sabatolang yang terkena hama, kepinding tanah.

“Saya sudah pernah tanyakan tentang bantuan obat-obatan dan pupuk, namun kata petugas  PPL, tidak ada bantuan pupuk untuk tanaman muda”.

“Kondisi persawahan saya saat ini seperti inilah pak, kekeringan sudah terjadi sejak sebulan terakhir, saya sudah beberapa kali melakukan penyemprotan untuk membasahi sawah, namun tampaknya musim ini kemarau panjang sedangkan kondisi irigasi tidak mampu lagi mengaliri sawah saya yang berjarak sekitar tiga ratus meter, saya harap pemerintah kasihan sama kami petani kecil ini”, keluh Aliaman Pohan.

Menyampaikan keluhan petani Sabatolang yang terancam gagal panen, Senin, (01/08-2016) fakta Pers Media menemui  Kepala Balai Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BPK) Kecamatan Aeknabara Barumun, Nurhaida Daulay SP, dan mengaku bahwa pihaknya selaku BPK Kecamatan Aeknabara di Barumun belum menerima laporan apa-apa dari petugas PPL nya di lapangan.

“Kalau ada keluhan petani biasanya mereka laporkan ke PPL saya atau ke Kecamatan, namun sampai saat ini saya belum menerima laporan tentang hal tersebut”.

IMG_20160801_134530
Nurhaida Daulay SP, kepala BPK Kecamatan

“Kalau tentang hama itu bukan kewenangan kami, disinilah ada petugas pengamat hama, jadi seharusnya mereka lah yang berwenang. Kami hanya sebatas penyuluhan dan mencari solusi maupun keterangan kepada para petani di wilayah kerja Kecamatan Aeknabara Barumun”.Terang Nurhaida.

Nurhaida juga mengakui bahwa petani sawah Sabatolang sebenarnya sudah mendapat bantuan Alsintan, mesin pompa air di tahun 2012 lalu dari Dinas Pertanian Palas, untuk mengatasi musim kekeringan pada persawahan petani, namun karna mesin hanya dilengkapi dengan selang hisap dan selang buang sepanjang 10 meter, tentu tidak memadai mengairi sawah.

“Saya sudah pernah menyarankan agar petani membeli selang dengan dana swadaya, namun maunya mereka hanya mengharapkan bantuan pemerintah saja”, terangnya.

Sementara Kabid Produksi pada dinas pertanian palas, Hamzah saat dikonfirmasi mengenai dilema yang dialami petani sawah Sabatolang Aeknabara Barumun kepada fakta Pers Media,  Selasa (02/08-2016) mengatakan,

“Sebenarnya yang dibantu untuk saat ini hanya benih untuk kebutuhan 10 hektar atau 250 kg dengan varietas invary 32, itupun hanya kelompok tani mekar saja yang mendapat, sedang untuk obat-obatan dan pupuk itu memang tidak ada”.

“Sedangkan tentang hama yang saat ini menyerang tanaman padi petani, sebenarnya ada 4 orang petugas pengamat hama yang saat ini tersebar di 3 kecamatan di Kab Palas. Mereka seharusnya bisa menyampaikan laporan, serta memberikan solusi atau rekomendasi terhadap hama yang saat ini sedang menyerang tanaman padi petani”.

Hamzah juga mengakui bahwa Dinas Pertanian Palas sudah memberikan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani yang ada di Sabatolang dengan standar selang hisap dan selang buang sekitar 6 meter serta atas permintaan Babinsa Aeknabara Barumun. Kabid Produksi, Hamzah, juga mengakui telah mengambil kebijakan dengan dana pendahuluan memberikan 50 meter selang buang untuk mengantisipasi kekeringan pada persawahan di Sabatolang.

(R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments