oleh

Program Pembangunan Tarukim Sumut Dipertanyakan, Bangunan yang Ada Dinilai Hancur

-Daerah-268 views

20160828_004136

FAKTA PERS – Padang Lawas. 

Kendati memiliki program pembangunan yang paling besar tiap tahunnya, namun Dinas Tarukim (Tataruang dan Pemukiman) Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dinilai tidak menyahuti komitmen Presiden RI Joko Widodo dalam mempercepat pembangunan di daerah, dalam hal ini kinerja Kadis Tarukim Binsar Situmorang sangat dipertanyakan.

Pasalnya, pembangunan lapen (lapisan penetrasi) dan parit yang dikerjakan PT Razasa Karya dengan pagu Rp. 3.322.660.000,00 sumber dana APBN-2016 di desa Sidomulyo, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas, Sumut dinilai tidak memiliki kualitas dan kuantitas. Padahal anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan di desa ini cukup fantastis.

Warga Desa Sidomulyo, geram terhadap lapen dan parit yang dibangun di daerah  tempat mereka tinggal. Menurut warga, baru selesai dikerjakan, namun hasilnya ‘amburadul’ dan memakai aspal yang tidak sesuai dengan takaran.

Soleman Purba, warga desa Sidomulyo yang juga Ketua LSM PENJARA Kabupaten Palas mengaku sangat kecewa dan geram dengan pengerjaan yang telah dilakukan. Pasalnya pembagunan yang baru selesai dikerjakan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Permukaan badan jalan tidak rata, sertu yang diberi pada bahu jalan juga terkesan tidak digilas. Warga disini semuanya kecewa, masa pengerjaannya amburadul, seperti tidak ada aspalnya. Jangan hanya mementingkan keuntungan sepihak, sementara warga merasa dibohongi dengan hasil pekerjaan yang ada,” katanya, Senin (29/8).

Hal serupa juga diungkapkan James Nainggola, warga desa Tobing Tinggi Kecamatan Aeknabara Barumun, yang sengaja melintas dan melihat parit yang baru selesai dikerjakan ternyata sudah hancur.

“Sayang sekali bah uang negara itu, permukaan plaster pada bibir parit sudah banyak yang pecah. Volume dinding parit juga bervariasi, elevansi parit juga tidak jelas. Yang paling ironis lagi pasir pada fisik parit tidak mengikat, tak ubahnya seperti mencetak dipantai, setelah diterpa ombak pasti akan hancur, saya yakin parit ini tak akan bertahan lama”, ungkapnya.

Robert N, warga Desa Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun yang mengaku pemerhati pembangunan di Kabupaten Palas juga sangat menyesalkan pihak perwakilan Tarukim saat serah terima dan pengukuran baru-baru ini.

“Aturannya yang ada, setelah selesai pengerjaan, pihak pelaksana akan serah terima dengan pihak PPK. Kalau belum layak maka harus dikerjakan kembali. Nah, sampai saat ini banguan “sontoloyo”, tidak dikerjakan, artinya pihak  Tarukim Pemprov Sumut sudah menganggap itu layak,” tandasnya.

(R9)

Komentar

News Feed