oleh

Proses Pembangunan Jembatan Aek Buaton Terkesan Cacat dan Amburadul

-Daerah-245 views

20160820_171741

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Pembangunan jembatan Aek Buaton pada ruas jalan provinsi jurusan KM 168 Binanga – Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dikerjakan oleh PT Cipta Nusantara sebagai pelaksana fisik terkesan amburadul.

Pasalnya dalam pengerjaan pengecoran lantai kerja atau pondasi jembatan, keadaan air di lantai kerja masih dalam keadaan melimpah, tentu kualitas pada coran besi baja konkrit jembatan sangat diragukan, ditambah lagi posisi besi baja konkrit yang tertanam terlihat serampangan.

20160828_054837

Fakta Pers Media, Sabtu (27/8) menerima pesan singkat (SMS) dari Mex (red) yang mengaku salah satu warga Aek Nabara Barumun yang mengatakan bahwa pihak pemborong bermarga Lubis dengan ciri-ciri rambut gondrong sedang berada di lokasi pembangunan jembatan.

Menindaklanjutkan pesan singkat tersebut Fakta Pers Media dan Tim langsung ke lokasi dan menemui orang dengan ciri-ciri yang dimaksud. Namun, sayang Lubis tidak bersedia dikonfirmasi bahkan malah mengaku pihaknya adalah honorer di Dinas PU Provinsi dan menyarankan agar menemui Hajirin Daulay yang tak lain adalah Konsultan Supervisi dari Cv Rekayasa Utama Konsultan.

Menanggapi hal tersebut, Asrul  aktifis Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) mengutuk keras atas sikap dari kontraktor yang tidak transparan, serta proses pembangunan jembatan yang diduga tanpa pengawasan pihak Bina Marga Pemprovsu. Kepada Fakta Pers Media, Senin (29/8) Asrul mengatakan, akibat lemahnya pengawasan dari pihak Bina Marga Pemprovsu sehingga proses pembangunan pondasi jembatan terkesan serampangan alias cacat.

IMG_20160823_172740

“Pihak kontraktor mengapa harus takut dan berbohong, seperti pencuri saja, untuk apa takut ketemu dengan wartawan”, kata Asrul.

“Sudah beberapa kali kita kemari selalu saja pengawas dari Bina Marga tidak kelihatan, coba kalau mereka disini dan melihat kondisi ini, pondasi jembatan tidak memakai paku bumi, yang dipakai dalam konkrit bor faiel, yang mana pada pengerjaan pengecorannya juga air masih dalam keadaan melimpah, tentu kualitas pada coran konkrit jembatan sangat diragukan”, lanjut Asrul.

“Mengingat jembatan adalah lintasan jalan provinsi, dan dilalui mobil kondisi muatan over load, tentu kedepannya jembatan ini sangat berbahaya, kami meminta konsultan pengawas Bina Marga untuk turun ke lokasi dan membongkar jembatan yang minim kwalitas dan dinilai rawan”, tegasnya.

(R9)

Komentar

News Feed