Selasa, Mei 11, 2021
BerandaPublik Menilai Alasan Ahok Tidak Ambil Cuti Terlalu Mengada-Ada, Ada Apa Sebenarnya?
Array

Publik Menilai Alasan Ahok Tidak Ambil Cuti Terlalu Mengada-Ada, Ada Apa Sebenarnya?

ketua dkpp jymly asshiddiqie
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie.

FAKTA PERS – Jakarta.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menegaskan aturan cuti bagi petahana dalam berkampanye merupakan bentuk kewajiban yang harus dipenuhi dengan tujuan mencegah konflik kepentingan.

“Aturan mengenai cuti sifatnya bukan hak tapi kewajiban yang harus dipenuhi untuk mencegah conflict of interest supaya petahana tidak menggunakan fasilitas negara untuk urusan pribadi berkampanye. Itu maksudnya,” ujar Jimly di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Jimly mengatakan, tidak seharusnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempermasalahkan soal cuti yang dianggapnya menghalangi proses pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Dia menjelaskan, urusan negara tidak akan berhenti hanya karena pejabatnya berhalangan hadir. Ada wakil dari pejabat tersebut yang akan mengatasi urusan negara itu.

“Presiden pun, kalau berhalangan ada wakil. Negara sebagai institusi jalan terus,” ujar Jimly.

ahok tidak mau cuti
Salah satu meme yang menyindir Ahok terkait cuti kampanye ini bertebaran di media sosial.

Wakil Sekjen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ramli Kamidin menilai dibalik ‘ngototnya’ Ahok untuk tidak ambil cuti kampanye Pilkada DKI 2017 mendatang terlalu mengada-ada.

“Ahok ini mengada-ada saja, pake alasan tak butuh kampanye lah, mau melindungi APBD lah. Padahal,  yang betul itu, karena Ahok takut sama gerakan intifada. Mereka ini orang-orang yang sudah siap mati, yang akan menolak kunjungan (kampanye) Ahok,” ujar Ramli, Selasa, (2/08).

Seperti diketahui, alasan Ahok tidak mau cuti kampanye adalah untuk melindungi APBD dinilai publik tidak masuk akal. Publik menduga Ahok ketakutan menghadapi penolakan warga Jakarta saat kampanye nanti, karena tersiar kabar sejumlah wilayah Jakarta akan melakukan aksi ‘intifada’ yakni aksi lempar batu. Aksi tersebut dilakukan warga DKI yang sudah merasa tak berdaya lagi dengan sikap arogan Ahok.

“Gerakan ini akan dilakukan serentak di sejumlah wilayah Ibu Kota jelang Pilkada nanti, sebagai ekspresi perlawanan kepada pemimpin dzolim. Sekarang ini mereka sudah siap, kalau Ahok datang langsung dilempari batu. Dan saya yakin, Ahok pasti sudah dengar soal ini dari para pembisiknya,” ungkap Ramli.

warga tolak ahok
Salah satu meme terkait penolakan warga DKI Jakarta atas kunjungan Ahok.

Gelagat gerakan intifada sudah terlihat di masyarakat Luar Batang. Ramli mengaku beberapa hari lalu mendatangi kampung Luar Batang, dimana gerakan intifada sudah ramai diperbincangkan masyarakat yang siap mengusir Ahok dari Jakarta.

Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, kemungkinan Ahok tidak berani turun ke masyarakat karena banyaknya penolakan oleh warga DKI. Juga mengingat saat kampanye status Ahok non aktif sebagai gubernur. Yang artinya tidak akan ada lagi pengawalan dari aparat keamanan.

“Makanya jauh-jauh hari, Ahok mengaku tak butuh kampanye. Intinya kan dia ngotot ingin memakai fasilitas negara untuk digunakan alat kampanye. Dengan begitu dia akan aman dari lemparan batu. Itu strategi dia saja untuk mendapatkan pengamanan dari aparat keamanan,” tegas Ramli.

Sebagaimana diketahui, kunjungan Ahok di sejumlah wilayah Jakarta mendapat kecaman dan penolakan oleh warga setempat. Diantaranya, Luar Batang, Bandengan, Penjaringa, Muara Angke, Condet.

Yang menarik perhatian publik adalah saat Ahok berkunjung ke Koja, Jakarta Utara untuk meresmikan RPTRA di wilayah tersebut disambut aksi penolakan ratusan warga Koja. Warga yang menamakan diri “‘Presidium Jaringan Masyarakat Koja Tolak Penggusuran” sempat melempari mobil Ahok.

(RN)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments