oleh

Sarana Air Bersih IKK Uterudang Tidak Efektif, Diduga Dinas Tarukim Provsu Ada Main Dengan CV Dian Wira Putra

-Daerah-250 views

IMG_20160808_031826_243

FAKTA PERS – Sumatra Utara.

Paket proyek pembangunan sarana air bersih IKK Perdesaan Uterudang Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas yang dikerjakan CV DIAN WIRA PUTRA dinilai mubazir dan tidak bermanfaat. Pasalnya sarana air bersih IKK perdesaan yang diketahui mirip SPAM mini itu tidak memiliki saluran pipa pembagi ke rumah-rumah warga.

Menanggapi hal tersebut, Sutrisno Pangaribuan ST, Tim VIII DPRD Sumut saat kunjungan kerja ke Kab Palas atas surat rujukan Pimpinan DPRD Sumut Nomor 1484/18/Sekr tanggal 29 Juli 2016, ditandatangani Plt Ketua DPRD Sumut HT  Milwan, ditemui Fakta Pers Media menanyakan hal tersebut dan membenarkan adanya pembangunan infrastuktur sarana air bersih perdesaan di Desa Uterudang Kecamatan Barumun Tengah.

“Memang kita sudah melihat pembangunan sarana air bersih IKK perdesaan oleh Satker Dinas Tarukim Sumut dengan nilai Rp.1.390.630.000,- miliar bersumber dari APBD Provsu tahun 2015 yang dibangun di desa Uterudang Kecamatan Barumun Tengah, bangunan tersebut cukub baik dan mesin yang cukup besar, sudah miriplah sistem air PDAM mini, apalagi letaknya ditengah pemukiman”, Kata Sutrisno Pangaribuan kepada Fakta Pers Media, Jumat (5/8-2016).

Namun Sutrisno juga sangat kecewa atas sarana yang baru dibangun itu. Pasalnya, sarana tersebut tidak efektif dan sama sekali tidak dapat berfungsi bagi masyarakat setempat.

“Tetapi, sarana air bersih IKK perdesaan di Desa Uterudang belum bisa dimanfaatkan masyarakat, karena tidak adanya pipa saluran pembagi air ke rumah-rumah warga, artinya pembangunan sarana air bersih tersebut mubazir dan masyarakat belum merasakan manfaatnya atas sarana tersebut, Pemkab Palas saya rasa perlu koordinasi dengan Pemprovsu terkait kelanjutan pembangunan sarana air itu, kalau tidak saya kuatir sarana itu hanya menjadi barang rongsokan”, tegasnya.

Menurut Max (nama samaran) masyarakat Kecamatan Barumun Tengah sangat kecewa dengan sistim pekerjaan yang ada. Pasalnya, paket proyek tersebut membuat masyarakat bingung karena tidak menggunakan papan paket proyek dan bahkan pemasangan pipanya juga tidak jelas kemana.

“Saya melihat pekerjaan tersebut sangat amburadul dan mungkin juga tidak sesuai dengan besteknya. Bagaimana bisa ada proyek tanpa papan merek, terakhir baru saya ketahui dari pekerja disitu mau membuat sarana air bersih,  lantas setelah selesai saya bahkan tidak tahu manfaatnya, soalnya mulai selesai mesinnya juga tak pernah nyala, yang pasti saya bingung lah pak. Untuk apa bangunan ini, buat rusak pemandangan saja”, ketusnya kepada Fakta Pers Media, Minggu (7/8-2016).

Max berharap DPRD Sumut jangan bungkam karena sudah melihat langsung fisik sarana air di Desa Uterudang.

“Bapak Sutrisno DPRD Sumut yang sudah melihat tragedi pembodohan yang di alami masyarakat Uterudang Kecamatan Barumun Tengah. Jangan mau bungkam akan hal ini, kepada siapa lagi kami berharap kalau bukan kepada Wakil Rakyat”, katanya berharap kepada DPRD Sumut.

Dinas Penataan Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Pemprovsu bertanggung jawab dalam hal ini. Kuat dugaan penyedia barang dan jasa main mata dengan CV DIAN WIRA PUTRA atau sebaliknya, proyek tidak maksimal, alhasil dana sebesar Rp. 1. 390. 630. 000,- dari APBD Provsu tahun anggaran 2015 dinilai mubazir dan tidak bermanfaat, ditambah lagi kegiatan tidak memiliki papan merek

(R9)

Komentar

News Feed