Jumat, Mei 14, 2021
BerandaDituding Terima Sapi dari Ahok, Habib Hussein Luar Batang Beberkan Fakta Sebenarnya
Array

Dituding Terima Sapi dari Ahok, Habib Hussein Luar Batang Beberkan Fakta Sebenarnya

ahok sapi

FAKTA PERS – Jakarta.

Pengurus Makam Keramat Luar Batang, Jakarta Utara membantah terhadap pemberitaan yang beredar bahwa Masjid Luar Batang telah menerima dua ekor sapi pemberian Gubernur DKI Jakarta alias Ahok.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, Pengurus Masjid Keramat Luar Batang bersama warga dengan tegas menolak pemberian dua ekor sapi pemberian Ahok pada hari Ahad (11/9/2016). Berita penolakan tersebut telah menjadi viral di media sosial maupun media-media nasional.

Namun sehari setelahnya pada Senin 12/9/2016, sejumlah media online pendukung Ahok, diantaranya Kompas dan Detik memuat berita bahwa Pengurus Masjid Luar Batang telah menerima dua ekor sapi tersebut. Bahkan mereka memuat pernyataan Pengurus Masjid yang menyatakan hanya sebagian warga saja yang menolak sapi pemberian Ahok.

Dalam beritanya, Detik mengklaim menerima pernyataan dari seorang tokoh masyarakat Luar Batang dan penjaga makam Habib Hussein Luar Batang, yaitu Umar bin Islamil Alaydrus yang menyatakan telah menerima sapi pemberian Ahok. Namun, karena di Masjid Luar Batang dianggap sudah terlalu penuh, maka sapi tersebut dialihkan ke Masjid Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Menanggapi pemberitaan yang beredar, pengurus Makam Keramat Luar Batang, Habib Hussein bin Abdullah Alaydrus akhirnya angkat bicara dan mengeluarkan bantahan. Mulai dari penulisan nama, Detik.com sudah melakukan kesalahan. Adapun penulisan yang benar adalah Umar bin Ismail bukan Umar bin Islamil.

Habib Hussein dengan tegas menyatakan pengurus Masjid dan penjaga Makam Keramat Luar Batang beserta seluruh warga Luar Batang sepakat menolak sapi pemberian Ahok. Lalu, sapi tersebut telah mereka kembalikan kepada pengirimnya.

Habib Hussein juga menegaskan status Umar bin Ismail yang dinyatakan Detik sebagai penjaga Makam Habib Hussein bin Abu Bakar Alaydrus adalah tidak benar.

Selain itu, klaim Detik bahwa sapi pemberian Ahok tidak disembelih di Masjid Luar Batang dengan alasan kepenuhan sehingga sapi disembelih di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat juga tidak benar dan dianggap tidak masuk akal. Karena Masjid Luar Batang siap menerima sumbangan hewan kurban berapa pun jumlahnya, kecuali sapi pemberian Ahok.

“Kami pengurus Masjid dan Makam Keramat Luar Batang semua sepakat menolak sapi pemberian Ahok dan sudah kami kembalikan kepada pengirimnya. Jadi kami tidak tahu menahu dan tidak bertanggung jawab sapi itu ada dimana karena tidak pernah kami terima,” kata Habib Hussein bin Abdullah Alaydrus, Senin (12/9/2016).

“Kami baru akan melakukan pemotongan hewan kurban sapi dan kambing hari Selasa (13/9/2016) dan kami tegaskan dan pastikan tidak ada sapi pemberian Ahok dalam pemotongan tersebut,” jelas Habib Hussein lagi.

Padahal Detik sendiri mengakui bahwa sapi Ahok akhirnya dialihkan ke Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dengan alasan Masjid Luar Batang sudah terlalu penuh dengan hewan kurban lainnya. Namun, anehnya masih saja mengatakan sapi tersebut diterima oleh warga Luar Batang.

Terkait bukti tanda terima, menurut Habib Hussein, saat itu sapi baru saja datang dan langsung dibawa ke Masjid Luar Batang, itu sebelum para pengurus Masjid melakukan rapat. Akhirnya dalam rapat tersebut Pengurus Masjid Luar Batang bersama warga sepakat menolak sapi pemberian Ahok, kemudian mengembalikan sapi tersebut.

Alasan penolakan terhadap sapi pemberian Ahok adalah untuk menjaga harga diri warga dan umat Islam di Luar Batang yang sebagian menjadi korban penggusuran.

“Sebagaimana kita ketahui ada syarat atau ketentuan mengenai kurban. Selama ini Ahok banyak menyakiti, menzalimi umat atau rakyat, baik berupa kebijakan serta ucapannya. Maka dari itu kami dengan tegas menolak pemberian hewan kurban ini,” kata Daeng Mansur sapaan akrab dari Mansur Amin.

Penolakan ini dilakukan setelah diantar dengan menggunakan kendaraan. Begitu sampai dan akan diserahkan kepada panitia kurban sapi tersebut langsung dibawa kembali oleh pengantarnya.

Kendati masyarakat Luar Batang menolak keras sapi pemberian Ahok, namun mereka menerima dengan baik sumbangan hewan dari warga Tionghoa.

Menurut Muhammad Nasir, Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Kurban Masjid Luar Batang, pemberian warga Tionghoa diterima karena murni bentuk solidaritas antar-umat beragama. Beda dengan Ahok yang dianggapnya akan mengungkit-ungkit kembali pemberian itu. “Sapi dari Ahok kami balikin kepada yang mengantar. Ditolak bukan karena (yang memberi) China. Kami menolak kalau yang diberikan dari Ahok. Apa pun dari Ahok kami tolak,” katanya.

(AF)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments