Minggu, Mei 9, 2021
BerandaPasca Penggusuran Warga Desa Dahana Tabaloho Terlantar, Dinilai Pemkot Gunungsitoli Tidak Berprikemanusiaan
Array

Pasca Penggusuran Warga Desa Dahana Tabaloho Terlantar, Dinilai Pemkot Gunungsitoli Tidak Berprikemanusiaan

IMG-20160919-WA0004

FAKTA PERS – Gunungsitoli, Nias.

Pasca penggusuran puluhan warga Komplek Perumnas Eks-BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) di desa Dahana Tabaloho oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Gunungsitoli berlanjut dengan keprihatinan.

Sejumlah warga dari beberapa kepala keluarga kini tinggal ditenda-tenda plastik tanpa adanya bantuan dari instansi terkait. Hal itu menjadikan pemandangan miris yang seolah-olah pihak terkait khususnya Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak memiliki rasa kemanusiaan.

IMG-20160919-WA0001

Pantauan Fakta Pers Media Senin dini hari (19/9), sekitar pukul 01.00 Wib terlihat puluhan warga korban penggusuran tidur dengan menggunakan alat seadannya tanpa penerangan dan dengan alas yang minim. Orang tua dan anak-anak tampak kedinginan diselimuti angin malam.

Ama Tiara Halawa (54), salah satu kepala keluarga yang menjadi korban penggusuran menceritakan penderitaan yang ia alami saat ini bersama anggota keluarganya, ” Saya ini kami tidak tau lagi mesti tinggal dimana bang, saya sendiri sedang sakit, anak-anak saya masih kecil-kecil. Saya dan keluarga saya sudah sembilan tahun tinggal disini, tetapi apa yang terjadi seperti yang kita semua lihat,”

“Kami bersedia dipindakhan kemana saja bang, yang terpenting jelas penempatannya. Tapi mereka seolah tidak punya rasa kemanusiaan menggusur kita seenaknya saja. Sampai saat inipun tidak ada perhatian maupun bantuan yang kami terima.” tutur Ama.

Ama dan warga korban penggusuran berharap kepada pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli agar memberikan perhatian terhadap nasib mereka dan keluarganya. (Edward Lahagu)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments