oleh

Segel Hanya Kamuflase, Diduga Ada Konspirasi Pejabat DPK Kembangan Dengan Pemilik Mini Market

-Daerah-259 views
IMG-20160913-WA0001
Bangunan di Jalan H. Lebar Tomang 4, Jalur 15 Rw 10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat yang pernah dibongkar muncul lagi dengan segel baru.

FAKTA PERS – JAKARTA.

Tingginya laju pertumbuhan ekonomi sektor perusahaan waralaba seperti mini market dan sejenisnya di wilayah Jakarta Barat seakan menjadi persaingan tersendiri dunia usaha mini market tersebut. Kencangnya arus persaingan perdagangan tersebut seakan memberikan ruang pada pengusaha dan Dinas Penataan Kota (DPK) untuk melakukan konspirasi dan menghalalkan cara dengan merestui bangunan yang tidak pada tempatnya atau tidak mengikuti peraturan yang ada agar tercapainya satu tujuan dan kelompoknya.

Seperti data yang di himpun oleh tim Fakta Pers Media di lapngan ada beberapa lokasi bangunan yang rencananya akan dijadikan mini market yang diantaranya berlokasi di Jalan H. Saaba, Komplek Walikota, Kelurahan Meruya Selatan dan di Jalan H. Lebar Tomang 4, Jalur 15 Rw 10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

“Dahulu bangunan yang berada di sudut perempatan tersebut sudah pernah dibongkar dan diratakan dengan tanah oleh Sudin Penataan Kota karena tidak sesuai dengan peruntukannya, dan petugas memasang segel di pagar proyek tersebut, namun sekarang bangunan yang sudah pernah dibongkar petugas tersebut berdiri kembali dengan menggunakan izin yang jelas dan diduga izin palsu,” kata Sani warga setempat, Selasa 13/9/2016.

Sani melanjutkan, “kemaren sudah sempat disegel lagi bangunan ini pak, tapi dua hari kemudian segelnya hilang ngga tau kemana, di gondol setan kali pak,” lanjut Sani sambil tertawa.

IMG-20160913-WA0006

“Hal seperti ini bukan hal yang baru terjadi, sudah menjadi pola permainan oknum pejabat Penataan Kota Kecamatan Kembangan pak, Segel yang dipasang itu hanya kamuflase saja untuk mengelabuhi agar tidak menjadi perhatian masyarakat dipasanglah segel, namun pekerjaan terus berjalan hingga selesai,” tuturnya.

Menurutnya, “hal ini bagian dari konspirasi jahat oknum pejabat dan para pelaku usaha yang mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya, begitu publik lengah tau-tau mini market tersebut di buka tanpa perizinan yang jelas.”

“Padahal kita semua tau dasar dari badan hukum satu usaha tersebut di mulai dari IMB dan zona peruntukan bangunan, kenapa kok banyak sekali hal demikian terjadi di wilayah Jakarta Barat, khususnya wilayah Kecamatan Kembangan ini,” ujar Sani.

Dia berharap gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) untuk mengevaluasi kinerja Kasie Penataan Kota Kecamatan Kembangan agar hal demikian tidak terjadi lagi dikemudian hari, untuk menghindari kerugian masyarakat dan pendapatan daerah.

Terkait hal tersebut Danu, Kasie Penataan Kota Kecamatan Kembangan belum dapat ditemui untuk dimintai penjelasan, melalui sambungan telepon seluler tim Fakta Pers Media justru diblokir melalui komunikasi. (Mumu/Guntur)

Komentar

News Feed