oleh

Akibat Sumur PDAM Longsor, Lima Kelurahan Krisis Air Bersih

-Daerah-398 views
tidore
Suasana rapat pembahasan penanganan krisis air beraih, Senis (31/10) di Ruang Rapat Walikota.

FAKTA PERS – TIDORE, MALUKU UTARA.

Longsornya sumur air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan, membuat lima Kelurahan mengalami krisis air bersih. Masing-masing  Kelurahan Soadara dan Kelurahan Seli di Kecamatan Tidore, serta Kelurahan Tongowai, Gurabati dan Tomalou di Kecamatan Tidore Selatan. Hal ini Membuat Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, memanggil sejumlah instansi tekhnis untuk menggelar rapat agar secepatnya menangani krisis air bersih tersebut.

Assisten Bidang Administrasi Umum, Dra. Kartini Elake  menjelaskan bahwa telah terjadi longsor di salah satu sumur milik PDAM yang melayani lima kelurahan tersebut, sehingga aliran air menjadi terhambat.

“Longsornya sumur milik PDAM ini telah terjadi sejak Bulan Agustus lalu, dan pihak PDAM telah berupaya bekerja dengan memperbaiki longsorannya, namun dalam proses pengerjaan, longsor tersebut semakin parah sehingga perbaikan tidak dapat dilakukan.” Kata Kartini Elake, saat memberikan keterangan di ruang rapat Walikota Tidore, Senin (31/10).

Sementara itu, Direktur PDAM, H. Agus Salim Elake  menjelaskan bahwa sumur yang longsor tersebut sudah tidak dapat diperbaiki lagi sehingga PDAM harus segera mencari alternative membuat sumur baru sebagai sumber air. Bahkan menurut Agus, pihaknya telah melakukan upaya tekhnis untuk mengatasi hal tersebut namun tetap saja tidak membuahkan hasil.

“Kami telah lakukan berbagai upaya tekhnis namun kerusakan sumur akibat longsor susulan membuat kondisi sumur menjadi sangat parah sehingga tidak dimungkinkan untuk upaya perbaikan.” Kata Agus.

Krisis air bersih yang terjadi tersebut, membuat para Lurah dari wilayah terdampak krisis air bersih meminta pihak PDAM maupun BPBD untuk segera melayani kebutuhan air di masyarakat dengan melakukan distribusi menggunakan tangki air, terutama bagi warga yang berdomisili di ketinggian yang sangat sulit mendapatkan air bersih.

Bahkan di Kelurahan Soadara, warga tidak dapat mengkonsumsi air di sumur milik warga karena airnya sangat kotor. Untuk mengatasinya warga membuat sendiri filter air dengan menggunakan ijuk dan pasir.

Walikota Capt. H. Ali Ibrahim, saat menerima laporan meminta Camat bersama Lurah untuk segera membuat laporan tertulis dan data terkait krisis air bersih. Walikota juga meminta kepada pihak PDAM agar segera membuat surat penjelasan mengenai longsornya sumur  dan pertimbangan untuk membuat sumur baru. Bahkan Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini berencana menemui pihak DPRD untuk menyampaikan persoalan rencana pembuatan sumur baru, mengingat tidak adanya anggaran untuk pembuatan sumur baru melalui SKPD tekhnis.

” Nantinya apabila sumur ini sudah dibuat baru akan diserahkan kepada pihak PDAM, baik melalui hibah atau penyertaan modal.” Katanya.

Namun demikian, Bagian Hukum dan Inspektorat Kota Tidore memberikan penjelasan kepada walikota karena apa yang diambil walikota merupakan Diskresi atau kebijakan, maka Walikota harus berkonsultasi dengan Gubernur untuk meminta persetujuan. Menerima penjelasan tersebut, Walikota Capt. H. Ali Ibrahim berencana melakukan konsultasi dengan BPK terkait kebijakan Diskresi ini, sehingga kedepan resiko hukum akibat kebijakan tidak menjadi masalah.

Sementara itu, Sambil menunggu seluruh proses perbaikan maupun pengadaan sumur baru, Walikota meminta pihak PDAM dan BPBD untuk segera melayani kebutuhan air warga dengan menggunakan tangki air yang dilaksanakan secara teratur sesuai kebutuhan warga. (ss)

Komentar

News Feed