Rabu, Mei 12, 2021
BerandaBaru Beberapa Hari Rabat Beton Sudah Tergerus dan Retak, Kades Berusaha Suap...
Array

Baru Beberapa Hari Rabat Beton Sudah Tergerus dan Retak, Kades Berusaha Suap Wartawan Dan Pamerkan Kartu LSM

IMG-20161027-WA0000
Proyek jalan rabat beton sepanjang 320 x 3 meter dengan tebal 20 cm yang terletak di Desa PIR TRAN SOSA IV, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Proyek jalan rabat beton sepanjang 320 x 3 meter dengan tebal 20 cm yang terletak di Desa PIR TRAN SOSA IV, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, disinyalir dikerjakan dengan asal-asalan.

Pasalnya, pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 243.635.000 (dua ratus empat puluh tiga juta enam ratus tiga puluh lima rupiah) TA 2016, belum genap 30 hari sudah rusak dibeberapa bagian badan jalan.

Pantauan Fakta Pers Media di lapangan, kondisi jalan rabat beton sepanjang 320 m tampak mengelupas, dan retak ruas bagian badan jalan.

Kepala Desa PIR TRAN SOSA IV, Samudra S, pada Rabu, (26/10)saat dikonfirmasi Fakta Pers Media dan Tim di kediamannya, mengatakan pihaknya merasa terganggu dengan kedatangan media karena baru pulang mengikuti bimtek (Bimbingan Teknis) yang diselenggarakan pihak Kejati Sumut di Medan.

Saat Fakta Pers Media hendak memberikan penjelasan atas informasi dari ketua abdesi Kabupaten Palas, belum lama ini yang mengatakan bahwa kegiatan bimtek bukan dari Kejatisu melainkan dari Lembaga Studi Pembanguan, kades langsung mengatakan, “Itu tidak perlu sama saya, yang pasti ini di daftarnya pengisi kegiatan jelas disini ditulis Kejati Sumut merekalah yang mengisi kegiatan, atau moderatornya. saya mengikuti bimtek berdasarkan ini, disuruh bayar, ya saya bayar,” papar kades yang sembari merekam pembicaraan saat itu.

Saat Fakta Pers Media meminta untuk publikasikan selebaran daftar hadir bimtek yang ada bertuliskan Kejati Sumut, kades tidak bersedia dan mengatakan, “Untuk apa kita bahas itu, jadi tidak usahlah kita cari-cari penyakit kepala desa, kita sama kok, saya juga sebenarnya dari LSM, (sembari menunjukan kartu LSM KPK kepada Fakta Pers Media dan Tim).

20161026_165314   20161026_165513

Kades menambahkan, “Semuanya bos adalah kepentingan, mau ditolak gimana, Kejati minta, Poldasu minta semua sudah disurati, semua berkepentingan di negara ini, jadi itu bukan kapasitas kita untuk mengurusi itu semua, kalau sendiri sampean saja yang mau meluruskan negara ini tidak mungkinlah, apalagi kaya kita-kita ini apalah, lebih baik saudara saya berikan uang minyak sudah itu saja.” kata kades terkesan menyombongkan diri.

Saat Fakta Pers Media permisi untuk beranjak meninggalkan komunikasi yang kurang harmonis tersebut, kades menitipkan sesuatu kepada Tim.

Ditempat lain Fakta Pers Media kembali menghubungi Kades melalui selulernya dan menanyakan tentang maksud pemberian tersebut,

“Bapak kades menitipkan uang pecahan 50 ribu sebanyak tiga lembar kepada teman saya, ini maksudnya bagaimana ya pak.” tanya Fakta Pers Media.

Lalu kades menjawab, “Tidak mungkin kalian saya beri transpot Rp. 1 juta per orang, tidak ada anggaran untuk itu, urutmu,” (‘urutmu’ kata-kata kotor) kepada wartawan.

Menaggapi hal tersebut, Kordinator LSM Central Keadilan Kabupaten Padang Lawas, Robert N mengecam tindakan kades, tentang sikap melecehkan wartawan, kepada Fakta Pers Media mengatakan, “Kades harusnya bersikap komperatif, dan jangan menyepelekan media, peran media adalah pilar pembangunan, lantas kalau kades mengatakan tidak ada yang mampu menerobos segala permasalahan ataupun dilema pembangunan, maksud kades agar semua Media dan LSM ditutup saja kalau menurut bapak tidak berguna”.

“Demikian juga halnya dengan upaya suap yang dilakukan kades, ini sudah jelas pidana pak, saran saya agar kades jangan terlalu arogansi dan menaggapi segala sesuatu dengan uang saja”

“Di papan proyek kegiatan dana desa bertuliskan “Kami Peduli Mutu”, maksud kades selaku kepala desa dan penanggung jawab kegiatan mutu yang mana?”

“Banguan rabat beton hitungan hari sudah ada yang retak dan terkelupas, sementara disana juga sangat jelas ada informasi yang bertuliskan “551, dilarang masuk mobil”, artinya yang menggunakan jalan hanya roda dua dan pejalan kaki saja, tapi nyatanya rabat beton sudah mengelupas”.

“Kepala Desa harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek jalan rabat beton,  karena orientasinya hanya semata-mata mencari keuntungan bukan untuk membangun.” papar Kordinator LSM Central Keadilan. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments