oleh

Diduga Oknum Aparat Terima Jatah, Prostitusi Tretes Pringen Semakin Subur

-Daerah-313 views

psk

FAKTA PERS – Pasuruan.

Lokasi Tretes Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan yang dikenal sebagai Kota Wisata dan juga sering wisatawan untuk menikmati keindahan pegunungan dan udaranya yang sejuk.

Tetapi hal itu berbeda dengan fakta dilapangan, tepatnya di Jalan Sanggrahan, Gang Bakwan, Watu Adem dan Gang Sono dijadikan ajang pristitusi terselubung dengan tarif eksklusif. Untuk mendapatkan pelayanan dari seorang wanita pekerja seks komersial (PSK), pengunjung harus merogoh kantong antara 350 sampai dengan  600 ribu untuk sekali main.

Seperti sudah dikoordinir dan tersusun rapi, praktek prostitusi terselubung di kawasan tersebut berjalan aman dan lancar. Pasalnya bisnis haram yang sudah lama berjalan tidak pernah terusik dan terkesan ada pembiaran dari pihak-pihak terkait.

Waktu wartawan konfirmasi kepada salah satu wanita penghibur yang bernama Anisah asal Bojonegoro menjelaskan,  “adik saya kemarin kebetulan tertangkap Satpol PP Kabupaten Pasuruan, lalu ditahan di Raci Bangil. Namun setelah didata oleh anggota Satpol PP, mereka menawarkan dua opsi yaitu direhabilitasi ke Kediri atau membayar sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) bisa bebas. Ya saya pilih bayar aja mas.”

Menurut keterangan dari Jhoni, salah satu mucikari di kawasan Gang Sono mengaku, “saya punya dua wisma, yang satu di bawah sebelahnya pos penjagaan, yang satu lagi masih kosong, rencana saya mau isi wanita penghibur yang cantik-cantik dan berkelas. Untuk yang di atas ini depan Gang Pos, anak buah saya ada sembilan orang, tapi mereka bias-biasa saja dan hanya bertarif Rp. 350.000 sampai Rp. 500.000.”

“Wanita yang ada di wisma saya ada yang tidur sini ada juga yang kos, bila ada anak yang keluar untuk di boking pelanggan, kalau mereka bertarif Rp. 350.000 kita bagi 3, untuk makelar Rp. 70.000 dan sisanya kita bagi 2, tapi bila yang bertarif Rp. 500.000 untuk makelar Rp. 100.000 dan sisanya dibagi dua, saya (mucikari) dan anak yang laku diboking.” jelas Jhoni.

Jhoni melanjutkan, “untuk keamanan, saya koordinasi dengan oknum Polsek Prigen dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan, setiap beberapa hari sekali mereka mengambil jatah agar usaha saya ini aman, biar ngga seperti wisma sebelah yang sering di razia karena kurang koordinasi dengan mereka.” (Pur)

Komentar

News Feed