oleh

Lahan TKD Bukit Sentul Diduga Menjadi Ajang Bisnis Kades dan Pengembang

-Daerah-505 views

images-1

FAKTA PERS – Pasuruan.

Perumahan Bukit Sentul di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kini menjadi pembicaraan masyarakat dan incaran untuk pengusaha karena lokasi Wisata Bukit Sentul yang berada di area perbukitan dan menghadap langsung kawasan wisata Nongkojajar juga memberikan nilai tambah karena sangat cocok untuk kegiatan berlibur dan dapat merasakan sensasi tersebut.

Yang sekarang banyak diberitakan oleh media masa cetak maupun online, Bukit Sentul banyak yang mengincarnya untuk Wahana Trail WBS Fun Track. Apa yang dimaksud dengan WBS Fun Track adalah wahana trail pertama dengan konsep playground, sehingga masyarakat umum dapat menikmatinya meskipun belum mengenal olah raga ini.

Pada tahun 2015 warga Bukit Sentul menuding bahwa pihak pengembang perumahan tersebut telah melakukan pengurugan beberapa meter di bidang tanah atau sawah yang statusnya sebagai tanah bengkok Tanah Kas Desa (TKD).

Kepala Desa Sentul Sugiarto ketika dikonfirmasi ia pun mengakui bahwa tanah yang sedang diurug oleh pengembang adalah tanah bengkok dan yang diurug itu nantinya akan dibuat pintu masuk Bukit Sentul serta dijadikan area parkir.

Sugiarto mengatakan, “untuk kedepannya warga bisa menikmati hasilnya dan bisa menempati di atas tanah bengkok yang diurug untuk beraktifitas berjualan atau jadi juru parkir, maka dari itu dengan memperluas area tersebut warga Desa Sentul dapat merasakan dikemudian hari dan pasti bisa merasakan sendiri manfaatnya.”

Untuk perjanjian pengurugkan tanah bengkok Kas Desa tersebut Kepala Desa Sugiarto dan pengembang sudah ada kesepakatan untuk perjanjian tersrbut, “Kita pihak I pengembang berjanji mau  bertanggung jawab, dan mau  mengembalikan lagi seperti sediakala bila lahan yang di urug tersebut tidak dibutuhkan lagi,” jelasnya.

Sugiarto menambahkan, “Sebenarnya tanah bengkok tersebut adalah bagian dari tanah desa yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD), namun tanah tersebut diperuntukkan untuk gaji Pamong, Kepala Desa dan Perangkat Desa setempat.”

Ditempat berbeda, H Tornado pengiat LSM Gradika Pasuruan menduga kuat yang dilakukan Kepala Desa Bukit Sentul untuk kepentingan pribadi, atau memperkaya diri dan memberikan janji-janji palsu kepada warga.

Karena diketahui sebelumnya, Kades Sugiarto diduga telah menyewakan lahan tersebut senilai kurang lebih Rp. 100 juta selama dua tahun.

Untuk itu H Tornado berharap ada tindakan tegas dari penegak hukum untuk menindaklanjuti penyalahgunaan wewenang serta jabatan yang dilakukan Kepala Desa Sentul yang tidak transparan kepada warga terhadap lahan milik TKD tersebut.

(Pur)

Komentar

News Feed