Rabu, Juni 16, 2021
BerandaMasyarakat Limun Kecewa Pembangunan Jembatan Marebah Diduga Jadi ajang 'Bancakan' Pejabat
Array

Masyarakat Limun Kecewa Pembangunan Jembatan Marebah Diduga Jadi ajang ‘Bancakan’ Pejabat

IMG_20161019_222916 (2)
Jembatan Merebah penghubung Desa Pulau Pandan dengan Desa Mengkadai, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Prov. Jambi. Foto: Sadri.

FAKTA PERS – Sarolangun.

Sejumlah kalangan masyarakat Limun yang peduli atas pembangunan infrastruktur Jembatan Merebah penghubung Desa Pulau Pandan dengan Desa Mengkadai dan seterusnya yang tak kunjung selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana PT. Sarana Indo Tehnik.

Proyek pembangunan jembatan dari Anggaran APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2016 yang menelan anggaran dengan nilai kontrak Rp. 6.680.945.000 miliar tersebut tak kunjung selesai, dan menjadi tanda tanya besar masyarakat.

IMG_20161019_222924 (2)

Dari pantauan Fakta Pers Media di lokasi pengerjaan Jembatan Marebah, Kamis (20/10), terlihat ada sekitar enam orang pekerja yang sedang mengerjakannya. Dan menurut informasi dari pekerja yang enggan diketahui identitasnya mengatakan, “kami pekerjanya hanya ada enam orang, kami kerja di bayar harian sama pemborong,” katanya.

Sementara itu, Rahman (40) warga masyarakat Limun saat menghubungi redaksi Fakta Pers Media menuturkan, “Bagai mana bisa proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu pekerjanya hanya enam orang harian lepas, kapan selesainya?” kata Rohman.

Dia juga sangat menyayangkan lemahnya pengawasan pembanjgunan infrastuktur dari pihak pemerintah sehingga proyek-proyek Pemda Sarolangun ini tidak ada yang beres. Khususnya proyek yang berada di wilayah Kecamatan Limun ini tidak ada yang sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja Daerah (RABD), banyak mengalami kerugian bagi negara maupun masyarakat Limun.

Dia dan kawan-kawan aktivis anti korupsi lainnya di Sarolangun menduga, proyek-proyek pemerintah Kabupaten Sarolangun, khususnya di wilayah Kecamatan Limun hanya menjadi ajang ‘bancakan’ bagi sekelompok pejabat dan para pemangku kepentingan saja.

“Walaupun proyek pembangunan jembatan tersebut sudah pernah dikunjungi oleh anggota DPRD Sarolangun, namun hal itu tidak memberi efek yang baik untuk pembangunan jembatan tersebut.” ujarnya.

Dia juga mendesak pihak penegak hukum Kejaksaan Negeri Sarolangun untuk mengevaluasi pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Marebah yang di duga jadi ajang ‘bancakan’ korupsi para pejabat Pemkab Sarolangun.

Rahman dan kawan-kawan juga berniat untuk melaporkan hal ini kepada KPK di Jakarta guna untuk mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme terhadap penyelenggara anggaran negara yang berdampak pada kerugian masyarakat dan negara. (HL/Sadri)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments