Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Oknum POKJA dan ULP Kota Pasuruan Dituding Main Proyek
Array

Oknum POKJA dan ULP Kota Pasuruan Dituding Main Proyek

IMG-20161004-WA0054

FAKTA PERS – Pasuruan.

Satuan kelompok kerja satu dan pokja dua, serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkot Pasuruan diminta tidak bermain curang atau merekayasa pemenang lelang pada proyek peningkatan jalan, pembangunan jalan dan realisasi Dinkes yang telah memasuki tahap Pembukaan Dokumen Penawaran (PDP), dan evaluasi penawaran, serta evaluasi Dokumen Kualifikasi (DK).

Pasalnya, ULP Pemkot Pasuran diduga kuat akan sengaja menggugurkan peserta lelang dengan penawaran terendah tanpa alasan yang jelas. ULP dan pokja diduga akan melakukan kolusi dengan ” Main Mata” untuk memenangkan calon yang penawarannya tertinggi yang sudah diarahkan oleh seorang oknum broker proyek yang ada di Pemkot Pasuruan.

Untuk itu, salah satu rekanan dari CV Sumber Makmur Abadi atas nama Muhammad Safiq menjelaskan bahwa aroma dalam permainan curang lelang proyek mulai berembus, ujar sumber yang mengikuti tender proyek paving, peningkatan jalan, realisasi Dinkes  dan jembatan di ULP Pasuruan. Bahkan dalam pelelangan proyek ada intervensi oknum yang bermain dibelakang layar yang menentukan pemenang dalam kegiatan tender.

Seperti tahun ini dugaan kuat saat dilakukan lelang proyek, pengumuman pemenang tender proyek sering ditunda-tunda oleh panitia ULP. Disebabkan adanya kontraktor yang diarahkan untuk menang tidak lengkap berkas dokumen lelangnya.

Namun setelah kontraktor yang diarahkan sudah melengkapi berkasnya barulah diumumkan pemenangnya. Padahal kata dia, kontraktor yang diarahkan itu tidak lengkap berkasnya. Namun sehari pasca penundaan pengumuman barulah kontraktor yang diarahkan itu dimenangkan.

Ia pun menuding, ULP dan Pokja satu dan pokja dua sering membuat aturan tambahan, pasca di upload dokumen pelelangan. Tak ayal aturan tambahan ini membuat para kontraktor kecewa dan salah satu penyebab mereka gugur. Bersaing dengan kontraktor yang lain, hal ini ditegaskan sumber yang mengikuti lelang proyek tersebut kepada wartawan. Kadang ULP sering membuat persyaratan tambahan, yang sengaja dibuat,” jelasnya.

Ia juga menuturkan pada saat mengopload dokumen tambahan yang di prasyaratkan ULP sulit dilakukan dan selalu erorr, sehingga menjadi salah satu alasan ULP menggugurkan banyak kontraktor karena tidak bisa memenuhi persyaratan tambahan tersebut, untuk memenangkan kontraktor yang diarahkan oknum broker proyek yang bermain dibelakang layar.

Lanjutnya, saya beberapa kali upload tapi tidak bisa masuk. Namun setelah saya menelpon panitia untuk tidak bermain-main barulah dokumen penawaran saya bisa di upload, ” ujarnya.

Bahkan setelah dilakukan Pembukaan Dokumen Penawaran, perusahaan saya rangking pertama dengan penawaran terendah. Untuk itu, saya meminta pihak ULP bersama teamnya agar tidak main curang, kalau tidak mau berimplikasi pada ranah hukum, tegasnya.

Ditambahkan lagi oleh CV Joko Tole Muhammad Yahya mengatakan bahwa dalam pemenangan lelang  selama ini pokja 1 dan pokja 2 dan ULP terkesan ada unsur permainan (Kongkalikong). Dan pada saat itupula pada waktu kami mengajukan dokumen penawaran pemenangan lelang selama ini tidak pernah digubris oleh komplotan oknum ULP. Kami minta Pokja 1 dan Pokja 2 agar segera diahadirkan agar permasalah ini biar clear dan transparan

Selama ini, perusahaan kami merasa diremehkan oleh ULP dan Pokja Pemkot Pasuruan. Dan jika perusahaan saya, sengaja digugurkan karena kontraktor yang diarahkan saya kalahnya, maka saya akan bongkar semua kejanggalan yang terjadi ULP pasuruan. Saya akan sebutkan oknum-oknum yang bermain dibelakang layar pada Kejari dan Kejati,terkait adanya kecurangan yang di ULP pemkot pasuruan,” Ancam sumber.

Bila terjadi penyimpangan manipulasi data maka kami akan laporkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota pasuruan selaku Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (T4PD) melakukan pengawasan ketat kegiatan lelang proyek yang berada di ULP Kota Pasuruan

Pada waktu salah satu pokja satu, Agus Darmanto diklarifikasi Fakta Pers Media ke ruang kerjanya, pihaknya tidak bisa menjawab dasar-dasar berkas yang dilontarkan oleh sejumlah kontraktor dan aktivis. Dan pihaknya melarikan diri dalam ruangan dengan alasan mau foto kopi berkas namun tak kembali.

Aktifis penggiat LSM Pusaka Lujeng Sudarto mengatakan meminta selaku pokja 1, pokja 2 serta ULP agar bersifat tranparan dalam pemenangan lelang sesuai tugas masing-masing jangan ada yang disembunyikan serta kami minta gelar buka data. Bila ada yang disembunyikan, maka  kami akan gelar unjuk rasa besar-besaran. Dan kita akan lakukan pelaporan ke pihak pengawasan LKPP dan kami akan PTUN kan. Bila terjadi penyimpangan, kami minta agar diproses secara hukum.

Saat di jumpai Fakta Pers Media diruang kerjanya, selaku Ketua ULP kota pasuruan Dedik Usbakhri mengatakan, bahwa pemenangan untuk evaluasi dokumen itu wewenangnya ada di pokja dan kami selaku ketua ULP tidak punya wewenang.  Untuk permasalahan ini, kami akan coba koordinasi dulu sama pokja-pokja. Selanjutnya kami akan jelaskan sama team kami untuk permasalahan ini. (Pur)

Most Popular

Recent Comments