oleh

Pemko Gunungsitoli Diduga Tutup Mata dengan Keluhan dan Keresahan Warga.

-Daerah-229 views

PicsArt_10-30-07.50.54_1 (2)

FAKTA PERS – KAPULAUAN NIAS.

Hujan deras yang mengguyur Kota Gunungsitoli selama sepekan ini mengakibatkan terjadinya genangan air di mana-mana, bahkan banjir terjadi di sejumlah titik wilayah, salah satunya di Kecamatan Gunungsitoli, dan kondisi terparah terlihat di Jalan Pancasila Dusun III, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli.

Pantauan Fakta Pers di lapangan, akibat saluran air atau drainase tersumbat, seluruh badan jalan digenangi air. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, karena jalan tersebut merupakan akses jalan utama yang harus dilewati warga menuju tempat kerja.

Lokasi genangan air ini berada di daerah perkantoran-perkantoran, seperti Kantor Walikota Gunungsitoli, Kantor Pengadilan Negeri, Kantor Pengadilan Agama, Kantor Camat, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Dinas Kependudukan, dan masih banyak lagi, termasuk perumahan para pejabat, baik di Legislatif maupun Eksekutif.

Rusmidi Boru Lingga, selaku pemilik Rumah Makan Lingga Jawa, saat Fakta Pers mengkonfirmasi di kedai Rumah makan miliknya di Jalan Pancasila, Sabtu (29/10/2016) mengatakan, ia menilai Pemko Gunungsitoli melalui instansi terkait tutup mata akan hal ini.

Rusmidi Boru Lingga menjelaskan, “Sepanjang tahun sebagian badan Jalan Pancasila ini selalu digenangan air, lokasinya tepat berada dekat jembatan penghubung Desa Mudik-Afilaza Kelurahan Pasar.

“Di daerah inilah selalu sering banjir, bahkan pada tahun ini yang paling parah, di mana proses penyedotan genangan air tersebut lamban dikerjakan Pemko, hingga saat ini tidak ada sikap nyata dari Pemko Gunungsitoli untuk memperbaiki drainase yang berada di sisi badan jalan yang posisinya lebih condong di depan Rumah Makan saya ini.” lanjut Rusmidi.

Menurut Rusmidi, “lebih 3 bulan yang silam, sempat Pak Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua turun tangan meninjau genangan air di sini, dan beliauh bilang akan segera ditindaklanjuti agar genangan air tersebut cepat surut. Tetapi realitanya hingga sekarang genangan air ini belum ada surut-surutnya bila hujan turun. Kalau sudah seperti ini saya juga yang dirugikan. Pendapatan atau omset usaha Rumah Makan saya ini jadi tak stabil, malah saya rugi total, air selalu masuk ke teras Rumah Makan saya ini,” ujarnya dengan nada kesal.

PicsArt_10-30-07.50.54_1 (3)

Selanjutnya, hal senada juga disampaikan pengguna jalan berinisial G kepada Fakta Pers yang mengatakan, “kami sagat kewalahan setiap pagi di jalan ini pak, karena terpaksa pelan-pelan, dan juga saling antrian ketika dari berlawanan arah ada kendaraan roda 2 dan 4, sehinga sering mengakibatkan kemacetan, dan juga sesekali kami kenak percikan air jalan akibat oleh pengendara dengan kecepatan tinggi mengunakan kendaranya.” Ujarnya .

Keluhan serupa juga disampaikan Ketua LSM-FOBSIT (Forum Bohouni Gunungsitoli), Edward Firman Firdaus Lahagu (31) kepada awak media Fakta Pers, “Saya berharap kepada pemeritah kota Gunungsitoli, agar sesegera mungkin menindaklanjuti keluhan dari masyarakat, mengenai parit yang tersumbat di Jalan Pancasila, Dusun III, Desa mudik, Kecamatan Gunungsitoli ini supaya masyarakat penguna jalan dapat mempergunakan jalan raya sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Diakhir wawancaranya, Ketua LSM-FOBSIT mengatakan, “pemerintah harus peka dalam menangapi serta menidak lanjuti keluhan dan keresahan warga,” pungkas Edward. (Jr Laoli)

Komentar

News Feed