oleh

Program Rusunawa Menjadi Ajang Bisnis Pejabat di Pasuruan

-Daerah-377 views

rusun

FAKTA PERS – Pasuruan.

Rumah Sususn Sewa (Rusunawa) yang ada di kawasan Jalan Halmahera, Kelurahan Tambaaan, Kecamatan Panggung Rejo, Kabupaten Kota Pasuruan yang seharusnya dihuni oleh masyarakat yang tidak mampu malah dibuat ajang bisnis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari keluhan penghuni Rusunawa tersebut, untuk pembayaran Air PDAM yang terlalu mahal, tetapi malah menikmati air sumur bor.

Rumah susun 5 lantai dengan jumlah 195 kamar tersebut untuk  pembayaran tiap bulan bervariasi per bulannya, untuk lantai 1 berjumlah kamar 4 (empat), untuk sewa per kamar Rp. 110.000, lantai 2 jumlah kamar 48, untuk sewa per kamar Rp. 100.000, lantai 3 jumlah kamar 48 untuk sewa per kamar Rp. 90.000, lantai 4 jumlah kamar 48 untuk sewa per kamar Rp. 80.000, lantai 5 jumlah kamar 48, untuk sewa per kamar Rp.70.000.

Mokh Su’udi, kepala UPTD Rusunnawa menjelaskan, “air PDAM itu dibagi rata untuk semua kamar yang berjumlah 196 dan air PDAM dicampur dengan air sumur bor itu dulu tahun 2015 biar bisa irit untuk pembayarannya cuma hanya dengan bayar listrik saja.”

“Dan setiap tahun kami selalu punya hutang selama tahun 2013 sampai 2015 tapi tertutup hutang kami tiap tahun, untuk tahun 2013 hutang kami Rp. 40 juta untuk tahun 2014 hutang kami Rp. 13 juta dan tahun 2015 hutang kami Rp.60 juta tapi sudah terlunasi semua.” ujarnya.

Lebih lanjut Mokh Su’udi menjelaskan, “untuk anggaran senilai Rp. 200 juta kami setorkan ke Pak Dwi (PU) Pekerjaan Umum Kota Pasuruan lewat sekertarisnya dan Pak Wali sendiri pernah menurunkan Perda saya disuruh menjalankan tugas bila ada penghuni Rusun yang telat pembayaran sewa kamar selama 3 bulan suruh mengusirnya tapi saya belum pernah melaporkan hal tersebut.”

“Sedangkan untuk pihak anggota dewan mau konfirmasi ke rusunnawa terkait yang mampu atau tidak mampu dan bila penghuni rusun nawa tidak mampu langsung mengeluarkan dari rusun.” pungkasnya.

Untuk Rusunawa sendiri di targetkan per tahun sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta), itupun sudah pas hitungannya dari Kasda (kas daerah) dan kami pun tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk mengambil keuntungan sudah dipaskan.

Untuk hitungan yang sesuwai tertera diatas untuk keseluruhan kamar tersebut berjumblah 196 kamar perbulan untuk sewa kamar rusun nawa total Rp. 16.760.000 bila kita kalikan 12 totalnya Rp. 201.120.000. Untuk target sebesar Rp. 200.000.000 lah untuk sisa uang sebesar Rp. 1.120.000 itu kemanah.

Untuk Dinas Cipta Karya sebagai Satker di Rumah Susun tersebut di bawah naungan Dinas Cipta Karya Kota Pasuruan yang di pimpin oleh Gustap Purwoko. St. (Pur) 

Komentar

News Feed