Kamis, Mei 13, 2021
BerandaRambu Lalu Lintas Hanya Hiasan dan Trotoar Beralih Fungsi, Polantas dan Dishub...
Array

Rambu Lalu Lintas Hanya Hiasan dan Trotoar Beralih Fungsi, Polantas dan Dishub Kota Pasuruan Tutup Mata

2016-09-12_23.47.54 (2)

FAKTA PERS – Pasuruan.

Meskipun rambu-rambu lalu lintas terpampang besar dengan huruf ‘S’ dicoret yang artinya dilarang berhenti di depan Apotik Yap di Jalan Hayam Wuruk, Purworejo, Kota Pasuruan, hanya menjadi penghias jalanan dan tidak digubris oleh masyarakat pengguna jalan, terlebih juru parkir (jukir).

Terlihat jelas kondisi semrawut dan tidak beraturan menjadi pemandangan sehari-hari dilokasi tersebut, khususnya ketika malam hari. Kendaraan roda dua dan roda empat bebas saja terparkir di lokasi yang tidak seharusnya.

Secara hukum dengan mengalih fungsikan trotoar menjadi sarana tempat parkir sudah jelas-jelas melanggar undang-undang. Ironisnya, lokasi tempat parkir tersebut berdekatan dengan Markas Kepolisian Resort Kota Pasuruan. Hanya kurang lebih jaraknya 100 meter dan berhadapan dengan Pos Polantas Kota Pasuruan.

Untuk lokasi kegiatan parkir di depan Apotek Yap yang berhadapan dengan Pos Polantas Kota Pasuruan dan dekat dengan Kantor Polres Kota Pasuruan menjadi pertanyaan bagi masyarakat luas, apa dengan adanya larangan rambu-rambu lalu lintas itu cuma buat pajangan saja? padahal untuk pembuatan larangan atau rambu-rambu lalulintas diambil dari dana APBD, gak sedikit anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan rambu-rambu lalu lintas tersebut.

Dengan keadaan tersebut, Kepolisian dan Dishub sendiri yang seharusnya merasa dilecehkan oleh pihak Apotik Yap dan tukang parkir (jukir). Belum adanya teguran dan tindakan tegas kepada pihak Apotik Yap mengundang dugaan miring dari masyarakat. Kuat dugaan ada konspirasi antara pihak apotik dengan aparat terkait.

Fakta di lapangan telah terbukti melakukan pelanggaran dengan menggunakan bahu jalan dan trotoar, sehingga membuat arus lalu lintas macet dijalan tersebut, dan untuk pembangunan ruko sendiri tidak memperhatikan garis sepadan jalan (GSB) yang sudah ditentukan.

Sedangkan, dalam UU No 22 Tahun 2009 melarang pengunaan badan jalan dan trotoar sebagai tempat parkir dan usaha dalam bentuk apapun, juga diatur dalam UU No 38 tahun 2004, serta PP No 34 Tahun 2006 tentang jalan. Dimana terdapat ketentuan pidana yang sangat tegas dengan sangsi 18 bulan penjara atau denda 1,5 miliar bagi setiap orang yang sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan trotoar.

Dengana adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Apotik Yap untuk pembebasan lokasi parkir, dan juga larangan rambu-rambu lalu lintas di depan Apotik Yap, mengundang keperihatinan aktifis penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gradika, Haji Tornado.

Dia berharap kepada Polda Jawa Timur untuk membongkar konspirasi oknum-oknum disinyalir ikut terlibat di dalamnya. “Kalau tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, kita akan melakukan aksi di Polda Jawa Timur untuk mendesak agar membongkar konspirasi busuk oknum-oknum yang ada didalamnya, atau yang disebut orang kuat yang menjadi beking Apotik Yap.” ujarnya. (Pur)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments