oleh

Rekam Penganiayaan, Jurnalis NET TV Malah Jadi Korban Tindak Kekerasan Oknum TNI 

-Daerah-236 views

Penganiayaan wartawan net tv

FAKTA PERS – Madiun.

Jurnalis NET TV Soni Misdananto menjadi korban kekerasan anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Lintas Udara 501 Madiun, Minggu (2/10/2016). Saat itu anggota Pencak Silat Setia Hati Terate (PSSHT) melakukan kegiatan konvoi dalam rangka peringatan Sura Agung di Kota Madiun dan sekitarnya. Aparat polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan tertibnya kegiatan tersebut.

Menurut pengakuan Soni di Mapolres Madiun Kota, saat itu dirinya sedang berteduh di pinggir jalan karena hujan. Dari kejauhan dia melihat peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota PSSHT di Proliman Te’an, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Melihat peristiwa tersebut, Soni langsung mengeluarkan kamera dan merekam kejadian tersebut.

“Secara spontanitas, karena saya wartawan saya menyalakan kamera dan mengambil gambar tabrakan,” katanya.

Tidak berapa lama, datang sejumlah petugas TNI dari pos pengamanan ke TKP dan langsung memukuli anggota konvoi yang menabrak seorang wanita pengendara sepeda motor.

Soni yang saat itu tengah merekam peristiwa pemukulan tersebut, tiba-tiba didatangi oleh petugas dan dibawa ke pos pengamanan. Dirinya diinterogasi dan diminta identitiasnya. Soni pun memberitahu petugas bahwa dirinya merupakan wartawan dari NET TV sambil mengeluarkan ID Card.

Saat menunjukkan ID Cardnya, tiba-tiba salah seorang petugas memukulnya dari belakang dengan menggunakan besi dan mengenai belakang helm yang saat itu masih dipakainya. Setelah dipukul dari arah belakang, Soni sempat merasa kehilangan penglihatan.

“Saat itu gelap, tiba-tiba saya merasakan ada pukulan di wajah, diikuti tendangan dari belakang,” ucapnya sambil menunjukan luka di pipinya.

Dari 12 oknum petugas, hanya 3 diantaranya yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Akibat penganiayaan tersebut, Soni merasakan pusing dan nyeri di bagian pipi kiri.

Selain melakukan penganiayaan, oknum petugas juga merusak kamera dan memory card miliknya. Soni bahkan tidak mengetahui keberadaan kamera miliknya itu.

Tak hanya itu, Soni juga mendapat ancaman dari oknum petugas agar tidak memberitahu penganiyaan yang dialaminya.

“Tadi sempat ada ancaman ketika, ada salah seorang angota meminta KTP saya. KTP diminta, difoto. Sambil mengembalikan, jangan diberitakan kalau diberitakan awas kamu,” kata Sony menirukan ancaman yang dikatakan oknum petugas kepadanya.

Meski sudah menerima permintaan maaf secara resmi dari TNI AD Madiun, Soni tetap memproses secara hukum penganiayaan yang dialaminya oleh oknum TNI.

(Umar S)

Komentar

News Feed