Kamis, Mei 13, 2021
BerandaSudah Disegel Petugas Penataan Kota, Mini Market Nekad Beroperasi di Kembangan
Array

Sudah Disegel Petugas Penataan Kota, Mini Market Nekad Beroperasi di Kembangan

Jpeg

FAKTA PERS – Jakarta.

Maraknya bangunan yang melanggar peraturan daerah di wilayah Kecamatan Kembangan menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat terhadap kinerja Kasi Penataan Kota Kecamatan Kembangan.

Seperti salah satu bangunan mini market yang berdiri di Jalan H. Lebar Kav. 3 DKI, RW. 010, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan dengan mulus berdiri tanpa tersentuh tindakan oleh pihak terkait.

Bangunan mini market tersebut sebelumnya sudah dibongkar oleh Dinas Penataan Kota Jakarta Barat menggunakan alat berat hingga rata dengan tanah. Namun berselang tidak lama kemudian bangunan tersebut dibangun kembali dengan menggunakan izin yang terpasang rumah tinggal, dan tak lama berselang petugas memasang kembali segel pada bangunan tersebut.

Ironisnya segel dengan mudahnya dicopot oleh pekerja dipindahkan ke dalam agar tidak menjadi perhatian masyarakat kalau bangunan tersebut sedang di segel.

Menurut keterangan Hadi (45), warga sekitar menuturkan, hal seperti ini bukan hal tabu yang terjadi di wilayah Kecamatan Kembangan pak,” ujarnya. 26/9/2016.

“Ini memang sudah menjadi permainan petugas Penataan Kota Kecamatan Kembangan, segel itu hanya kamuflase saja untuk menghindari perhatian masyarakat, namun pekerjaan terus saja berjalan hingga selesai.” katanya.

Hadi menambahkan, “Kita semua tau berapa banyak bangunan yang disegel oleh Kasi Penataan Kota Kembangan, namun hanya sebatas segel saja, tidak sampai pada tindakan pembongkaran,”

“Ada apa di balik semua itu pasti ada sesuatu, kalau tidak mana mungkin pemilik bangunan mini market yang melanggar tersebut berani meneruskan bangunannya hingga beroperasi seperti sekarang ini.” lanjut Hadi.

Sementara itu Danu, Kasi Penataan Kota Kecamatan Kembangan saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa bangunan tersebut sedang di proses perizinannya.

Menurutnya, “apakah kita tidak boleh memberikan toleransi kepada masyarakat, mereka sedang mengurus perizinannya, kita tunggu aja izin nya keluar dari PTSP.” ujar Danu.

“Itu pemilik sebelumnya sudah dua kali ditipu oleh oknum yang mengurus perizinan bangunan tersebut. sekarang mereka sedang mengajukan izin mini market, sedang di proses,” pungkas Danu sambil menunjukan plening bangunan mini market tersebut. (RED/MN)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments