Minggu, Juli 25, 2021
BerandaTower Resahkan Warga Paringgonan, Kompensasi Tebang Pilih, TBG Dinilai Tidak Punya Hati
Array

Tower Resahkan Warga Paringgonan, Kompensasi Tebang Pilih, TBG Dinilai Tidak Punya Hati

IMG_20161022_142924 (2)
Tower Bersama Group yang sudah 10 tahun di dekat pemukiman warga Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

FAKTA PERS Padang Lawas.

Pembagian kompensasi atas kerusakan barang elektronik warga sekitar Tower Bersama Group (TBG) di Desa Paringgonan terkesan tebang pilih, pasalnya meski rumah warga berdekatan namun tidak semua mendapatkan atas kompensasi yang seharusnya diterima mengingat tower yang berdiri di dekat pemukiman warga di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Boru Hasibuan, salah satu warga keberatan atas pembagian kompensasi yang dilakukan pihak TBG kepada Fakta Pers Media, Saptu (22/10) mengatakan, “Sudah di data Si Rahmat dan Baginda (pengurus tower), mereka sudah masuk dan mengambil foto kerumah ini untuk speker dan kulkas yang rusak karna di sambar petir beberapa bulan yang lalu, tapi saat ini saya tidak ada di daftar katanya, mengapa demikian, sedangkan rumah saya tepat dibawah tower.”

“Memang dahulu si Ira (pengurus tower pendataan warga) meminta tanda tangan untuk meminta ijin mendirikan tower ini, namun demi Allah saya tidak menanda tanganinya, begitu juga dengan tetangga yang lain, sudah hampir sepuluh tahun kami tidak dapat perhatian apapun dari mereka, nah sekarang tidak tahu bagaimana ceritanya eh tiba-tiba pihak PT TBG memberikan kompensasi terhadap warga atas barang elektronik kami yang rusak, dan itupun kami katanya tidak terdata.”

IMG_20161022_142905 (2)

Demikian juga dikatakan warga yang lain meminta agar pihak PT TBG agar memperhatikan nasib mereka yang tinggal di daerah Tower, karna semenjak berdiri pihaknya tidak pernah mendapatkan kebijakan apapun dari perusahaan,”Tolonglah pak diperhatikan nasib kami ini, saya dan anak saya sudah seharian menunggu disini, masa tidak ada perhatian kalian, apa kalian tidak punya hati, padahal kalau kalian berikan Rp.100 ribu saja ke kami, itu sudah membantu kami,” paparnya.

Selain itu, masyarakat sekitar tower juga mengharapkan agar pihak-pihak instansi terkait mengkaji ulang dengan keberadaan dan perizinan tower tersebut. Pasalnya, sudah 10 tahun tower berdiri dan beroperasi, akan tetapi pihak TBG tidak pernah memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh keberadaan tower yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat. (Robert Nainggolan)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments