oleh

Apel Cipta Kondusif Jelang Pilkada Tiga Pilar Kecamatan Kembangan

-Daerah-273 views
Tiga Pilar Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat melakukan Apel bersama jelang Pilkada 2017.

FAKTA PERS – JAKARTA.

Dalam rangka menciptakan rasa aman dan kondusif wilayah jelang pilkada, Tiga pilar Kecamatan Kembangan melakukan apel bersama di latar halaman Mapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (1/11).

Apel tiga pilar yang dimulai pukul 20.00 Wib tersebut diikuti Camat beserta seluruh Lurah se-Kecamatan Kembangan, Danramil, Kapolsek, serta turut serta dari Satpol PP 15 personel, TNI Babinsa 5 personel, Citra Bhayangkara 54 personel, dan 25 personel dari anggota Polsek Kembangan.

Kapolsek Kembangan Kompol Bungin M. Misalayuk, SH. SIK.  Msi menyampaikan, “standart operational procedure (SOP) ini dilakukan dalam rangka patroli bersama pengamanan ibu kota.”

“Diharapkan teman-teman yang ikut hadir dalam apel malam hari ini bisa menjadi agen informasi di tengah hangatnya isu Pilkada DKI Jakarta.” kata Bungin.

Kompol Bungin menambahkan, “Kami ini milik negara, TNI dan Polisi ini milik masyarakat, tidak perlu mempercayai informasi yang beredar tentang isu yang tidak bertanggung jawab.”

“Untuk meminimalisir pelanggaran kamtibmas jelang pilkada, kita akan bangun posko-posko ditingkat kelurahan dan RW untuk memonitor setiap kegiatan yang berdampak mengganggu keamanan masyarakat, kita akan turun bersama-sama untuk menyelesaikan dengan baik.” lanjutnya.

“Nantinya kita bersama Babinkamtibmas untuk memonitor gedung-gedung, guna antisipasi kejadian yang tidak diinginkan oleh kita semua tentunya. Tujuan kita patroli bersama-sama ini bukan untuk menakuti masyarakat, tetapi menunjukkan bahwa kita siap melayani dan melindungi masyarakat setiap saat.” tegasnya.

Bungin juga menjelaskan, “Kapolda Metro Jaya sudah mengeluarkan maklumat yang ditujukan kepada para pendemo pada tanggal 4 november 2016 nanti.  Yang isi dari Maklumat tersebut sudah diatur dalam Undang-undang No. 6 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umun, dan UU spesialis tetapi ada aturan hukum yang mengikat,”

“Apabila peserta demo membawa mengajak orang untuk melakukan tindakan yang separatis atau membawa barang-barang yang bisa mengancam keselamatan seperti sajam dan benda lainnya, kemudian petugas juga tidak membawa senjata api, murni face to face.” pungkasnya. (Umar S / Junaidi)

Komentar

News Feed