Jumat, September 24, 2021
BerandaAtas Perintahkan Camat, Kasi PK Cempaka Putih Bongkar Bangunan Tanpa SPB
Array

Atas Perintahkan Camat, Kasi PK Cempaka Putih Bongkar Bangunan Tanpa SPB

segel
Foto Ilustrasi

FAKTA PERS – JAKARTA.

Dinas Penataan Kota (PK) Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang menjalankan pelaksanaan Peraturan Daeran No. 7 Tahun 2010 sepertinya masih belum dipahami oleh Kasi PK Kecamatan Cempaka Putih.

Pasalnya penertiban bangunan yang dilakukan oleh Dinas PK Cempaka Putih di Jalan Rawa Sari timur I No. 8 Rt. 16/02 Cempaka Putih tidak memiliki SPB (Surat Perintah Bongkar), apalagi SPO (Surat Perintah Operasional) dari Suku Dinas PK Jakarta Pusat.

Ilham, Kasi PK Cempaka Putih pada saat diminta menunjukkan SPB dan SPO yang dilaksanakan terhadap bangunan yang sedang ditertibkannya tidak dapat menunjukkan apa yang di tanyakan oleh wartawan dilokasi.

Dia hanya mengatakan, “Camat suruh bongkar, ya saya bongkar, saya hanya bawahan saja yang ikut perintah pak Camat” terangnya kepada awak di lokasi penertiban.

Hal itu menimbulkan berbagai macam pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, bagaimana bisa melakukan penertiban bangunan milik orang tanpa surat perintah bongkar dari atasan, lalu dari mana anggaran penertiban itu?” Tanya Amiludin, tokoh masyarakat Cempaka Putih.

Amiludin menilai, Kasi PK dan Camat diduga telah bersekongkol untuk menertibkan bangunan di wilayah Cempaka Putih, khususnya bagi warga pendukung pasangan calon gubernur Ahok-Djarot di Cempaka Putih.

Tidak hanya itu Amiludin juga mempertanyakan, bangunan kios tanpa IMB yang berlokasi di  Jalan Rawa Sari Timur No. 74 RT.005, RW 001 yang jelas-jelas sudah disegel dan memiliki SPB namun hingga kini tidak ditertibkan.

Di rasa sangat wajar bila masyarakat menduga hingga saat ini “Pungli” terus berjalan di Dinas PK dan jajarannya, meski pemerintah sudah menabuh genderang perang terhadap pungli.

Dia dan masyarakat lainya berharap kepada Kepala Dinas PK DKI Jakarta dan aparat penegak hukum untuk memonitoring kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Penataan Kota dan jajarannya yang diduga masih bermain dengan pelanggaran. (HL)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments