oleh

Bangunan Melanggar Jadi Lahan Pungli Kasie PK Kembangan

-Daerah-232 views

Jpeg

FAKTA PERS – JAKARTA.

Berbagai upaya pemerintah untuk memberantas pungli di berbagai sektor birokrasi di pemerintahan telah dilakukan, namun tidak menyurutkan langkah para mafia bangunan untuk tetap melanjutkan aksinya tersebut.

Seperti diketahui, pungli di sektor pembangunan atau bangunan bermasalah belum disentuh oleh tim Ciber pungli yang dibentuk oleh pemerintah.

“Kita semua tau pungli terbesar itu ada di birokrasi terutama di sektor  perizinan,” kata Ahmad salah satu aktivis pemerhati pembangunan.

“Terjadinya pungli tersebut bisa dilihat dari banyaknya bangunan yang tidak sesuai dengan perizinan di wilayah tersebut. Hal itu tidak terlepas dari pungli yang dilakukan oleh pejabat yang menaunginya yaitu Kasie Penataan dan Pengawasan Bangunan di Kecamatan,” lanjutnya lagi.

Jpeg

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Kembangan hingga kini masih banyak bangunan yang melanggar atau yang tidak sesuai dengan peruntukan seperti bangunan yang berdiri di Jalan Mesjid KAV Meruya Rt 09/10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Bangunan tersebut berdiri kokoh dengan menggunakan izin rumah tinggal dua lantai. Menurut informasi di lokasi proyek bangunan tersebut nantinya akan di jadikan Show Room. Menurut Ahmad,  bangunan tersebut adalah salah satu contoh bangunan yang tidak sesuai dengan peruntukan. Izin yang dikeluarkan tidak sama dengan fisik bangunan yang berdiri.

“Hal itu terjadi tidak lepas dari koordinasi dengan pihak yang bersangkutan yaitu Dinas Penataan Kota Kecamatan Kembangan selaku pengawasan dan penertiban bangunan yang melanggar,” ujar Ahmad.

Praktik pungli tersebut bekerjasama dengan oknum pejabat yang membidangi hal tersebut yaitu Kasie Penataan Kota Kecamatan Kembangan. Untuk menghindari teguran dari pengawas, pemilik bangunan memberikan sejumlah uang untuk pengamanan bangunan yang dinilai bermasalah tersebut.

“Hal ini menjadi masalah besar, bisa berdampak fatal bagi warga sekitar. Hilangnya resapan air dan rusaknya tata kota karena bangunan yang berdiri sudah tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujar Ahmad.

Dia berharap petugas Ciber Pungli yang dibentuk oleh pemerintah dapat memantau lansung pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pejabat penataan kota Kecamatan Kembangan dan kecamatan lainnya di wilayah Jakarta Barat. Karena nilai pungli yang dilakukan oleh oknum dari bangunan yang melanggar tersebut sangat fantastis bisa mencapai puluhan juta rupiah.

(MN/Ray)

Komentar

News Feed