oleh

Baru Saja Rampung Bendungan Sigorbus Jebol, PSDA Batang Angkola Buang Badan

-Daerah-304 views

dscn2035-2

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Proyek bendungan Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, melalui UPT PSDA Batang Angkola beralamat di Jalan Willem Iskandar No 2 Padang Sidempuan dalam kegiatan rehabilitasi/perbaikan dan peningkatan infrastruktur irigasi di DI Sigorbus Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas senilai Rp. 1.508.014.379,- dikerjakan oleh CV FITRI KARYA/DIAN HARYANTO, baru sebulan selesai dikerjakan namun bendungan tersebut sudah roboh.

Akibat jebolnya bendungan Sigorbus sepanjang 20 meter yang dibangunkan melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Sumut tahun 2016, pengairan persawahan petani di Desa Hasahatan Julu, Sigorbus Jae, Sigorbus Julu, Handis Julu, Siolip Binabo Julu, Binabo Jae, Sabarimba dan Siolip, menjadi terganggu, namun sampai saat ini penanggung jawab PSDA Sumut serta pihak terkait belum melakukan perbaikan.

Sebagaimana diketahui, pada saat proses pembangunan bendungan, banyak sekali kejanggalan yang terlihat pada proses pembangunannya, seperti plank merek proyek yang tidak dilengkapi dengan nomor kontrak serta  pengambilan meterial pasir, kerikil dan batu yang langsung diambil dari lokasi sungai, diduga pihak pengawas PSDA Batang Angkola restui pihak rekanan dalam teknis proyek bendungan yang dinilai tidak transparan.

dscn1720-2

Sementara Kepala UPTD PSDA Batang Angkola, Ishak saat dihubungi melalui selulernya pada Selasa (22/11/16) membenarkan bahwa nomor yang dihubungi Fakta Pers Media adalah benar nomor Kepala UPTD PSDA Batang Angkola, namun saat ditanyai mengenai pertanggungjawabannya sebagai perwakilan PSDA Pemprov Sumut terkait robohnya bendungan DI Sigorbus, Ishak yang semula mengakui bahwa dirinya adalah Kepala UPTD PSDA Batang Angkola, kembali mengatakan bahwa dirinya bukanlah Kepala UPTD Batang Angkola yang diketahui berkantor di Jalan Willem Iskandar No 2 Padang Sidempuan sembari menegaskan wartawan salah sambung.

Sungguh sangat enak bermain proyek apalagi proyek pemerintah, proyek tersebut jauh dari lokasi dinas PSDA dan jauh dari jangkauan masyarakat, disitu pelaksana akan mengakali agar proyek bagus dipandang mata, namun belum tentu mutunya bagus.

Berbagai kegiatan pembangunan yang setiap tahunnya digelontorkan pemerintah, baik pusat, propinsi dan daerah sepenuhnya guna peningkatan kesejateraan masyarakat. Namun, pelaksanaan oleh segelintir pihak terkesan sengaja menyimpang guna mengeruk keuntungan sepihak.

Masyarakat luas tetap dijadikan objek pemerasan terselubung oleh oknum yang bermental korupsi. Sebagian tidak memikirkan setiap proyek yang bangun dari uang Negara tersebut tidak mengutamakan mutu serta kualiatas proyek itu sendiri diduga ladang untuk merauk keuntung disetiap pemilik proyek serta pelaksana proyek itu sendiri.

Kepala UPTD PSDA Batang Angkola dinilai kurang komperatif dalam menyikapi permasalahan bahkan terkesan menghindar saat ditanyai wartawan, kendati banyak pihak yang dirugikan atas robohnya bendungan, hingga berita ini dimuat belum ada upaya terkait perbaikan bendungan. (R9)

Komentar

News Feed