Senin, Agustus 2, 2021
BerandaDitolak Warga, Peresmian Posko Pemenangan Ahok Berubah Menjadi Hiburan Rakyat
Array

Ditolak Warga, Peresmian Posko Pemenangan Ahok Berubah Menjadi Hiburan Rakyat

water canon
Sejumlah ormas Islam dan warga sekitar menolak kedatangan Ahok dan Megawati di Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (5/11).

FAKTA PERS – JAKARTA.

Setelelah ditolak warga saat kampanye dibeberapa daerah di Jakarta beberapa hari lalu, cagub petahana nomor urut 2 Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kembali ditolak oleh sejumlah ormas Islam dan masyarakat Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (5/11/2016).

Ahok yang rencananya hendak meresmikan Posko Pemenangan dan Pagelaran Wayang Kulit di perbatasan Kalideres Jakarta Barat tersebut batal, meskipun aparat keamanan melakukan pengamanan ketat dengan menyiapkan mobil water canon di titik lokasi.

Ratusan massa dari gabungan ormas Islam dan masyarat sekitar yang berbatasan dengan komplek Green Like City menolak kedatangan Ahok. Mereka berhasil menguasai lokasi peresmian sesaat sebelum Ahok tiba. Mereka membentangkan tulisan penolakan terhadap Ahok, seperti ‘Menolak Kedatangan Ahok’, Tolak Penista Agama’, dan ‘Ahok Sumber Konflik Warga Jakarta.

Menjelang siang hari massa mulai terkendali dengan adanya pemasangan spanduk dari panitia penyelenggara yang berbunyi ‘Mohon Maaf, Pentas Wayang Kulit Dibatalkan. Dikarenakan Ki Dalang Sakit, Maka Kami Persilahkan Menikmati Makanan Khas Jawa Tengah’.

IMG-20161105-WA0073
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie yang berada di lokasi kepada Fakta Pers Media menjelaskan, bahwa acara ini hanya semata-mata memberikan hiburan kepada rakyat dan tidak ada kegiatan lain. “Ini kan hanya kegiatan hiburan rakyat, ngga ada kegiatan lain. Karena ini hiburan rakyat, tentunya untuk menghibur rakyat supaya damai.”

Namun ketika ditanya apakah acara ini akan terus dilanjutkan, Kombes Roycke mengatakan, “silahkan menanyakan langsung kepada pihak panitia, karena di sini ada kegiatan acara hiburan rakyat, Kami pihak kepolisian hanya mengamankan saja.” pungkasnya.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 17.00 Wib tersebut rencananya akan dihadiri oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) serta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Hal itu terlihat dengan adanya panggung lengkap dengan seperangkat gamelan yang sudah tertata rapi di atasnya. Akan tetapi diduga acara dibatalkan oleh panitia akibat mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar.

Menurut keterangan Gunawan Jepang, selaku salah satu panitia penyelenggara acara menjelaskan, bahwa acara ini diselenggarakan atas instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Dia juga membenarkan bahwa acara tersebut juga untuk peresmian Posko Pemenangan Pasangan Ahok-Djarot.

IMG-20161105-WA0068

“Karena alasan tertentu, Peresmian Posko dan Pentas Wayang Kulit dibatalkan, kemudian seluruh petinggi partai dari Jawa Tengah dipanggil Bu Ketua Umum ke DPP hari ini. Bu Ketua Umum juga tidak jadi hadir dalam acara ini, kemudian acara kita alihkan menjadi ‘Hiburan Rakyat’. Memang seharusnya jam 7 itu rencananya acara harus sudah siap dengan gamelan, pengrawit, serta wayang kulit.” jelasnya.

Menurut Jepang, “sebetulnya pada prinsipnya kita ingin menghadirkan kesenian budaya jawa untuk mengobati kerinduan masyarakat perantauan dari Jawa Tengah yang ada di Jakarta. Kita datang kesini dengan tujuan baik, tanpa alasan untuk membuat suatu acara tandingan dengan yang terjadi 4 November kemarin. Kita datang dengan satu niat gotong royong atas perintah Ketua Umum, PDI Perjuangan Jawa Tengah ikut solider dan merasa memiliki PDI Perjuangan.” pungkasnya. (RN/JDIN)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments