oleh

Festival Pelangi Budaya Negeri Tidore Ke IX dan Prosesi Tobo Safar Sukses Digelar

-Daerah-295 views

festival pelangi

FAKTA PERS – TIDORE.

Festival Pelangi Budaya Negeri Tidore Ke IX dan prosesi adat Tobo Safar, sukses digelar oleh Generasi Muda Mafututu (GAMUTU) dan seluruh masyarakat Kelurahan Mafututu. Dipusatkan di Pelabuhan Majui Kelurahan Mafututu, Rabu (23/11/16) pagi.

Prosesi adat Tobo Safar diawali dengan kedatangan Sultan Tidore, H. Husain Syah bersama Permaisuri dan sejumlah bobato adat dengan  menggunakan juanga (kapal motor yang dihiasi, red) tiba di Dermaga Majui dan mengambil tempat bersama Walikota, Capt. H. Ali Ibrahim, MH dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Senin, SE serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Setelah Sultan mengambil tempat, acara dilanjutkan dengan penyambutan pasukan pembawa bambu peralatan mandi safar. Bambu ini berisikan air yang diambil dari Sumur Togubu di Teluk Gamgau. Kedatangan pasukan pembawa bambu ini disambut oleh Kapita dengan tarian Maku Toti.

Setelah pasukan bambu mengambil tempat di tengah lokasi acara, diperdengarkan pesan leluhur yang disampaikan  oleh anak cucu Tomayou Soa Romtoha dan setelah itu bambu dibawa ke dalam Masjid untuk dilanjutkan ritual oleh Imam dan didoakan serta dimintakan berkat.

Setelah didoakan di Masjid, bambu berisi air kembali dibawa kembali ke tengah-tengah acara oleh para pemuda bersama sembilan orang Yaya Goa. Masuknya bambu ke tengah lokasi acara ini diiringi dengan pembacaan dzikir.

Setelah bambu tiba di tempat acara, dilanjutkan dengan menuangkan air ke dalam mangkok putih diatas meja di tengah-tengah tempat upacara dan Imam Masjid menaruh doa safar kedalam air di mangkuk, dan doa selamat lalu dibacakan. Selesai pembacaan doa keselamatan, dilanjutkan dengan penaburan doa safar di laut oleh Imam Masjid, Walikota Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Muhammad Senin yang disaksikan oleh Sultan Tidore dan pejabat lainnya.

Setelah penaburan doa safar, dilanjutkan dengan prosesi mandi safar yang dilakukan oleh Yaya Goa dengan cara Hogo Jako se Ruko dengan menggunakan bunga goliho bersama isi mayang pinang kepada Walikota Ali Ibrahim, Wakil Walikota Muhammad Senin dan Imam Masjid Mafututu.

Prosesi hogo jako selesai dilanjutkan dengan jamuan makan adat. Seluruh makanan yang disajikan merupakan makanan adat yang telah menjadi makanan pokok masyarakat Tidore sejak dulu.

Prosesi adat Tobo Safar ini, dilakukan sebagai simbol meminta pertolongan kepada Allah SWT agar seluruh masyarakat Kota Tidore kepulauan terhindar dari segala macam bahaya dan fitnah.

Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat dan generasi muda Kelurahan Mafututu yang telah berupaya untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat serta tradisi leluhur masyarakat Tidore.

Pada kesempatan itu juga, Walikota menghimbau masyarakat Tidore untuk selalu menjaga suasana kota yang aman, nyaman dan damai. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak boleh terpancing dengan  isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Situasi politik Indonesia saat ini sedang hangat, kondisi ini kemudian mempengaruhi seluruh Indonesia melalui penyebaran informasi baik melalui media massa media cetak maupun media elektronik. Lebih parah lagi saat ini setiap individu masyarakat dengan mudah dapat mengakses informasi di dunia maya yang belum tentu seluruhnya merupakan informasi yang benar,” Katanya.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini meminta seluruh elemen Pemerintahan bersama masyarakat bersinergi menciptakan suasana Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman dan damai bagi siapapun yang tinggal di Tidore, saling bertoleransi dengan perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan.

Sementara Sultan Tidore, H. Husain Syah dalam sambutannya mengatakan Tobo Safar ini dimaknai bagaimana kita mengawinkan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik untuk membawa Tidore kedepan yang lebih baik lagi dibawah kepemimpinan Walikota Ali Ibrahim bersama Wakil Walikota Muhammad Senin.

(ss)

Komentar

News Feed