Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Jawara Betawi Nyatakan Sikap Untuk Jihad Konstitusional Bela Islam 212
Array

Jawara Betawi Nyatakan Sikap Untuk Jihad Konstitusional Bela Islam 212

jawara-betawi-corp

FAKTA PERS – JAKARTA.

Setelah ditetapkannya Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada Rabu, (16/11/2016), Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar masyarakat terus mengawal proses hukum dugaan penistaan agama tersebut hingga tuntas.

Namun sampai saat ini masyarakat ketahui, betapa penegakan hukum di Indonesia bak mata pisau, tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Terbukti bahwa hingga saat ini Ahok masih saja melenggang bebas dan bertindak seperti pahlawan dihadapan pendukung-pendukungnya.

Padahal, dalam sejarah hukum di Indonesia selama ini, semua tersangka yang terkait penodaan agama sesuai Pasal 156a KUHP langsung ditahan, sebagai contoh dalam kasus Arswendo, Lia Aminudin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq, dan lainnya, sehingga tidak ditahannya Ahok semenjak ditetapkan sebagai tersangka adalah ketidakadilan dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.

Dengan ketidakadilan tersebut, Minggu 27 November 2016, para Jawara Betawi yang tergabung dan menamakan ‘Laskar Betawi 411’ menyatakan sikap utuk mengawal dan mendukung rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dalam aksi damai yang akan dilaksanakan pada Jum’at, 02 Desember 2016 yang menuntut penegak hukum agar segera melakukan penahanan terhadap Ahok yang telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

‘Laskar Betawi 411’ menganggap bahwa aksi unjuk rasa ini dijamin oleh Undang-Undang dan hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi, sesuai dengan himbauan Kapolri supaya masyarakat terus mengawal dalam proses hukum terhadap Ahok hingga tuntas.

Mereka juga meyakini bahwa unjuk rasa yang akan dilakukan nanti adalah murni menuntut keadilan hukum agar Ahok segera ditahan, dan aksi tersebut tidak dituding untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah saat ini dan yang dipilih secara demokratris seperti yang ramai diberitakan oleh media-media nasional akhir-akhir ini.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Laskar Betawi 411 juga menyatakan kekecewaaannya terhadap pernyataan Ahok yang menyatakan bahwa para peserta aksi Bela Islam 411 dibayar Rp 500 ribu per orang di stasiun televisi Australia ABC News pada Rabu 16 November 2016 lalu.

Dengan peristiwa tersebut, Laskar Betawi 411 mengkhawatirkan apabila Ahok tidak segera ditahan, maka hal itu akan berpotensi memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

Pernyataan Sikap Laskar Betawi 411 ditanda tangani oleh beberapa tokoh Betawi yaitu H. Basir Bustomi, SE selaku Ketua Laskar Betawi 411 dan M. Arifin selaku Sekretaris, serta acara diakhiri dengan penyerahan pin secara simbolis kepada beberapa perwakilan perguruan silat yang di seluruh Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

Kemudian acara ditutup dengan sesi photo bersama dibelakang Tugu Pahlawan Proklamasi Negara Republik Indonesia, Soekarno Hatta. (Umas S / RN)

Most Popular

Recent Comments