Jumat, Juli 30, 2021
BerandaKing Hartono Usir Paksa Warga Blok Tembok Cengkareng Jakarta Barat dan Ancam...
Array

King Hartono Usir Paksa Warga Blok Tembok Cengkareng Jakarta Barat dan Ancam Wartawan yang Meliput

Jpeg

FAKTA PERS – JAKARTA.

Sengketa kepemilikan sebidang tanah di Blok Tembok RT06/06 Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, yang diakui oleh King Hartono itu merupakan lahan yang sudah di tempati warga setempat sejak puluhan tahun lalu.

Cara yang tidak manusiawi  ditempuh oleh pemilk tanah King Hartono dengan menggunakan oknum aparat kepolisian dan ormas berseragam untuk menakut nakuti dan mengusir warga dari lahan tersebut. Tak pelak lagi hal tersebut mengundang perlawanan dari warga setempat.

Senin pagi (28/11/2016) warga kembali digegerkan dengan kedatangan petugas BP2TL beserta beberapa orang anggota salah satu ormas didampingi oknum anggota polisi memutus paksa semua aliran listrik rumah warga.

“Pemutusan box meteran dilakukan saat saya sedang tidak berada di rumah”, kata Rani salah satu warga setempat.

Rani menjelaskan jika mau mengusir warga di sini harus ada surat keputusan pengadilan. Bahkan oknum tersebut berani masuk ke rumah dengan mengaku sebagai kepala lingkungan.

“Kami bisa punya rumah di sini karena kami beli bukan menyerobot tanah. Kami hanya sebagai korban dari oknum Sumarno, ini ada kwitansinya”, ujar Rani sambil menunjukkan kwitansinya.

“Kita sempat melakukan mediasi dengan pihak King Hartono namun tidak menemukan kesepakatan. Masa’ rumah kami seperti ini hanya di ganti dengan uang kerohiman satu juta satu kepala keluarga. Apakah layak? kan gila itu namanya!” ucapnya geram.

“Kalau memang itu tanah milik King Hartono, coba tunjukkan keabsahan surat yang dia miliki. Kenapa baru sekarang dia mengklaim? Setelah dua puluh lima tahun kami tinggal di sini, kami juga sangat menyayangkan sikap pejabat setempat mulai dari lurah camat dan perangkat pemerintah lainnya yang tidak pernah peduli akan nasib warganya yang tertindas oleh oknum-oknum yang akan mengusir warga dari lahan blok tembok ini”

Dia juga menilai pihak kelurahan sudah ditunggangi oleh kepentingan pihak King Hartono untuk menguasi lahan yang sudah ditempati warga puluhan tahun ini. Terbukti lurah terkesan membiarkan penggusuran terjadi.

Lebih ironisnya lagi, tidak hanya warga, wartawan yang meliput pemutusan listrik maupun penggusuran itu juga mendapat intimidasi dari oknum P2tL dan oknum polisi di lokasi.

Jpeg

Bahkan oknum polisi yang mengawal pembongkaran listrik di kawasan blok tembok Cengakareng Barat itu menuding wartawan sebagai provokator, dan mengancam wartawan agar tidak macam-macam jika tidak mau ditangkap oleh polisi.

Sementara itu, Lurah Cengkareng Barat Boy Purba saat dihubungi Fakta Pers menuturkan, pihaknya akan selalu terbuka untuk melakukan dialog dengan warga untuk mencari solusinya. Boy mengatakan siap membantu warga mencarikan solusinya.

Namun, hingga kini belum ada komunikasi lagi antara King Hartono dengan warga Blok Tembok terkait ganti rugi lahan.

(TIM/Red)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments