Jumat, Juli 30, 2021
BerandaLetkol Inf Wahyu Yudhayana: Kodim 0503/JB Berperan Aktif Amankan Unras 4 November
Array

Letkol Inf Wahyu Yudhayana: Kodim 0503/JB Berperan Aktif Amankan Unras 4 November

IMG-20161107-WA0102 (2)
Dandim 0503/JB Letkol Inf Wahyu Yudhayana bersama Kapolsek Taman Sari AKBP Nasriadi dan Danramil 01/TS Mayor Inf M. Ruzal

FAKTA PERS – JAKARTA.

Berbagai cara dilakukan untuk mengamankan aksi unjuk rasa pada tanggal 4 November 2016 lalu, dari Panglima TNI memerintahkan seluruh jajaran Prajurit TNI, sedangkan Kapolri menyiagakan sampai ke tingkat Polsek, semua itu dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat begitu banyaknya jumlah massa pendemo dalam unjuk rasa tersebut.

Pasukan bersorban dari Berimob, Polwan dan Kowad berhijab, sampai Panser Anoa dan Barakuda juga diturunkan pada saat unras pada Jumat 4 November lalu.

Hasilnya dapat dikategorikan aman dan terkendali, karena seluruh jajaran Kepolisaian,  TNI, dan Pemerintahan setingkat kota hingga kecamatan turun langsung untuk mengamankan wilayahnya masing masing.

Hal ini juga tentunya tak lepas dari seorang Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0503/Jakarta Barat, Letnan Kolonel Infantri (Letkol Inf) Wahyu Yudhayana berserta jajaranya dalam mengamankan wilayah Jakarta Barat.

Wahyu Yudhayana langsung mengambil komando di lapangan menyiagakan tiga SSK pasukan dan satu kendaraan tempur Panser Anoa di kawasan sentra bisnis LTC Glodok ,Tamansari, Jakarta Barat.

“Tiga SSK Kami sebar di beberapa titik lokasi yang dianggap rawan, semua dipandu oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) seperti di wilayah Taman Sari, Tambora, Grogol Petamburan, Cengkareng, Kebon Jeruk, Kembangan dan Kalideres.” jelasnya.

Dandim menambahkan, “Babinsa sangat loyal terhadap tanggung jawab tugas yang telah diamanatkan, saya mempercayai Babinsa karena dialah ujung tombak di wilayah yang tau gerak gerik masyarakat sampai ketingkat Rukun Tetangga (RT). Sementara Komandan Rayon Militer (Danramil) mengawasi dan mengontrol Babinsanya dilapangan, semua melaporkan dengan handy talky (ht) setiap kejadian sekecil apapun.” ungkap Wahyu

Sekecil apapun kejadian kami (Prajurit TNI) tidak boleh menganggap sepele, begitu mendengar kejadian di depan Istana Negara mulai rusuh lewat HT, saya langsung perintahkan seluruh anggota berjaga di titik yang telah ditentukan.

“Semua perbatasan wilayah kami perketat seperti perbatasan wilayah Jakarta Barat dengan Jakarta Utara, Pusat, dan Selatan bahkan dengan Kota Tangerang. tentunya saya selaku Komandan memonitor lewat HT dan mendatangi ke titik perbatasan dengan mengunakan sepeda motor trail dibantu Pasukan BKO dari Detasement Rudal Arhanuds 003.” ujar Wahyu mengakhiri pembicaraannya dengan wartawan. (HL02/BR)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments