oleh

Oknum Pemborong Diduga Sunat Anggaran Pembangunan Jalan Desa Hiligodu Ulu

-Daerah-260 views

ertyuio

FAKTA PERS – GUNUNGSITOLI.

Sejumlah kalangan masyarakat Desa Hiligodu Ulu yang peduli atas pembangunan yang baru tersentuh pengerasan badan jalan yang di alokasikan di Dusun III Desa Hiligodu Ulu dan seterusnya menjadi sebuah praduga besar kepada pemborong atas nama Kuludi.

Masyarakat sangat kecewa dan bertanya-tanya kenapa realisasinya hanya setengah-setengah, bahkan seperti tidak ada tanda-tanda satu pun untuk diteruskan. Bukan hanya itu, asumsi kami masyarakat, proyek  ini seperti abu-abu (tidak jelas). Sementara di papan informasi batas kontrak 03/12 mendatang ini.

“Jika diprediksi volume pekerjaan yang direncanakan mana bisa kunjung sampai yang 450 M lagi volumenya, sementara baru 10 meter kurang lebih yang tersentuh belum lagi sirtu. Pemasangan batu besar saja tidak terlihat rapi dan kelihatan bolong, tidak berisis.” Tutur I Ga’oli seorang warga.

Proyek pembangunan jalan dari CV. NAGA MANDIRI anggaran DAU dari TA. 2016 dengan Anggaran nilai kontrak Rp. 483.518.000 sudah menjadi pertanyaan-pertanyaan besar bagi masyarakat. Di papan informasi pemantauan media (17/11) di lapangan, betul juga pemasangan batu itu tidak bagus yang hanya ada kekosongan.

“Pihak PU pun tidak pernah meninjau dan mengevaluasi. Kegiatan pekerjaan jalan pun sudah 1 bulan yang lalu telah berhenti disebabkan karena belum terbayarkan upah kerja dari pemborong (Kuludi),” lanjut I Galili.

Di tempat berbeda, awak media kunjungi rumah Kades Hiligodu Ulu dan menjelaskan, “bahwa proyek itu tidak ada sangkut pautnya dengan saya hanya saja kita memfasilitasikan.” tutur Kades A. Citra.

“Jika dipantau fisik tanah yang di alokasikan pengerasan jalan tersebut tanahnya sangat becek dan sebelumnya tidak pernah tersentuh pembangunan satu pun apalagi batu pertama yang disusun itu. Ini sangat dikhawatirkan kedepan jika tidak diperhatikan bukan semakin membaik malah semakin merusak maka sama halnya menyia-nyiakan program pemerintah dan merugikan negara.” jelas warga sekitar yang tidak mau disebut namanya.

Desa Hiligodu Ulu bisa dikatakan pembangunannya volume aspek pengaspalan masih 30% yang tidak seimbang dengan perkembangan desa yang lain. Ini disebabkan Pemerintah Kota Gunungsitoli kurang memantau, padahal desa ini sudah sangat dekat dengan wilayah Kota Gunungsitoli. Namun sayangnya masih dibawah minim bentuk pembangunannya.

“Warga sekitar sangat kecewa kepada Kuludi selaku pemborong. Ini sangat disengaja dan sangat tidak peduli resiko  sangat besar apa yang di tanggung oleh masyarakat Desa hiligodu Ulu apalah dia yang bukan desanya dan jika dipandang di sisi lain kualitasnya yang sangat tidak memadai dengan proyeknya sendiri.” Ujar Noverius.

Untuk itu, disarankan kepada pihak pemerintah dengan secepatnya supaya dievaluasi dilapangan seperti apa pembangunan dari Kuludi yang dikerjakannya sekarang. Terlebih-lebih kepada pemerintah Kota Gunungsitoli agar sesekali juga dipandang desa tertinggal ini karena guna lancarnya pembangunan sumber daya alam sebagaimana kita warga masyarakat yang mendukung program nawacita negara Indonesia. Saran Jurdil sebagai warga Desa Hiligodu Ulu. (Tim)

Komentar

News Feed