Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Pembangunan Jalan Dahana Hiligodu Asal Jadi, Alokasi Dana Desa Diduga Sarat Korupsi
Array

Pembangunan Jalan Dahana Hiligodu Asal Jadi, Alokasi Dana Desa Diduga Sarat Korupsi

P_20161118_151358 (3)
Kondisi Jalan Desa Dahana Hiligodu, Dusun I, Kampung Lauru Faete yang sudah terkikis.

FAKTA PERS – KABUPATEN NIAS.

Berdasarkan Permendes No 21 tahun 2015 tentang prioritas pengunaan dana desa, dan juga dasar hukum dana desar Undang-undang No 6 tahun 2014, sudah jelas aturan dan alokasi dana desa tertuang dalam kedua aturan tersebut.

Namun, masyarakat Desa Dahana Hiligodu, Dusun I, Kampung Lauru Faete belum dapat merasakan secara maksimal alokasi dana desa yang menjadi program pemerintah saat ini. Pasalnya, proses pembangunan jalan desa yang saat ini sedang berlangsung terkesan asal jadi dan asal-asalan.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, pembagunan jalan ini sangat bermanfaat dan masyarakat terbantu dengan adanya pembangunan jalan tersebut. Tetapi fakta di lapangan tidak seperti yang dibayangkan, material jalan cepat rusak, bahkan hanya terkena percikan dan aliran air hujan saja, konstruksi jalan sudah tergerus terbawa aliran air.

Pantauan Fakta Pers di lokasi proyek pada 22/11/2016, Edison Lahagu tokoh masyarakat Desa Dahana Hiligodu mengatakan, “jalan ini cepat rusak, dan kami masyarakat tidak menerima jalan seperti ini,” ujarnya dengan tegas.

Dia juga menjelaskan bahwa gaji para perkerja pada saat itu Rp. 60.000 perhari untuk masing-masing para pekerja. Meskipun sebenarnya dalam RAP Rp. 70.000 perhari, dengan menggunakan dana desa Rp. 600.000.000 untuk pembangunan jalan sepanjang  3 x 1000 meter1, parit 320 meter, dan tembok penahan 10 meter.

Selanjutnya, Edison juga menambahkan bahwa aspal yang digunakan pada saat pembagunan jalan sebanyak 70 drum, namun di RAP 80 drum, informasi tersebut langsung dari Kepala Desa Dahana Hiligodu Fati’atulokata Gea, SPd,” katanya.

Ketua LSM FOBSIT Edward Lahagu, yang warga Kampung Lauru mengatakan, “saya sangat kecewa hasil pembangunan jalan dari Desa Dahana Hiligodu menuju Dusun I Kampung Lauru Faete ini, karena saya mencium ada aroma korupsi dalam alokasi dana desa untuk pembangunan jalan yang kondisinya tidak sesuai dengan RAP, Ini harus menjadi perhatian kepada pihak pemerintah Kabupaten Nias Utara agar mengaudit kembali pembagunan yang masih belum sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku,” Tegasnya. (Deserman Lase)

Most Popular

Recent Comments