Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaPimpin Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai, Walikota Tidore: 'Perselisihan dan Gesekan Tidak...
Array

Pimpin Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai, Walikota Tidore: ‘Perselisihan dan Gesekan Tidak Akan Terjadi Kalau Komunikasi Kita Baik’

lkfghj
Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH saat memimpin apel Besar Khebinekaan Cinta Damai

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Kami Warga Masyarakat, Kota Tidore Kepulauan dalam menjaga Kebhinekaan dan Kedamaian Umat berikrar:

  1. Bertekat menjaga kesatuan dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila serta mengelola Kebhinekaan untuk kedamaian umat;
  2. Menyadari bahwa perbedaan itu suatu rahmat yang tidak boleh dipersoalkan, namun harus disatukan dalam keharmonisan untuk mewujudkan kekuatan dan kesejahtraan atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Saling menghormati antar pemeluk Agama, Suku, Ras ataupun Golongan dan taat kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta menjunjung tinggi supermasi hukum;
  4. Dalam menyelesaikan masalah, selalau mengedepankan musyawarah untuk mufakat dan menghindari segala bentuk kekerasan maupun pemaksaan kehendak, serta tidak main hakim sendiri;
  5. Tidak terprovokasi atas hasutan-hasutan oleh pihak manapun yang bermaksud memecah-belah persaudaraan maupun memutus tali silaturahim demi kepentingan pribadi atau golongan.

Kelima poin tersebut, Merupakan Deklarasi Damai yang dibacakan salah satu tokoh masyarakat, Abdul Rajak pada saat dilaksankannya Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai di Halaman Kantor Walikota, Selasa (15/11) pagi.

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai ini, dipimpin langsung Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH dihadapan para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli, Asisten Setda, unsur POLRI, TNI, PNS, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Organissai kemasyaratakan, organisasi kepemudaan dan elemen terkait

Walikota menyampaikan, Perselisihan dan gesekan tidak akan terjadi kalau komunikasi kita baik, kalau saling silaturahim. Gesekan-gesekan sekecil apapun yang terjadi dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, sebaiknya segera dipadamkan, sebelum membesar. “Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan elemen strategis lainnya memegang andil besar dalam upaya silaturahim untuk menjaga agar tidak terjadi gesekan-gesekan antar suku maupun agama yang dapat menyebabkan konflik,” seru Walikota.

Walikota juga meminta kepada seluruh aparatur dan masyarakat untuk tidak muda terprovokasi oleh kelompok atau pihak-pihak yang ingin merusak kedamaian yang sudah ada. Semangat persatuan dan kesatuan yang dilandasi cinta damai harus mampu kita wujudkan dalm kehidupan sehari-hari.

“Marilah kita semua bertekad dan bersatu padu, untuk menjadikan Kota Tidore Kepulauan sebagai derah yang Aman, Nyaman dan Damai untuk semua orang. Kebhinekaan dalam persatuan adalah sebuah keniscayaan dan NKRI adalah harga mati “. Ujarnya.

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai tersebut, mengusung tema “Melalui Hikmah Hari Pahlawan Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh”. Bertindak selaku Pemimpin Upacara, Kasad Binmas Polres Tidore, AKP. Imran Stofel.

Sementara itu, Kapolres Kota Tidore Kepulauan AKBP Edy Purwanto saat diwawancarai sejumlah awak media di depan Aula Nuku Kantor Walikota

usai mengikuti apel besar Khebinekaan Cinta Damai, mengatakan saat ini kondisi keamanan di kota Tidore Kepulauan di jamin kondusif, namun dengan digelarnya apel besar kebhinekaan cinta damai adalah sebagai wadah mengingatkan kembali kepada semua pihak agar tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan ini secara bersama-sama. Mengingat sebelumnya Maluku Utara sempat terjadi konflik berkepanjangan.

Kapolres AKBP Edy Purwanto juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu nasional. Bahkan masyarakat diminta tidak ikut campur masalah yang saat ini terjadi di DKI Jakarta sebab itu bukan urusan kita.

“Jadi kita harus fokus pikirkan tidore kedepannya seperti apa, ketimbang harus ikut campur urusan daerah lain,” ujarnya. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments