Selasa, Juli 27, 2021
BerandaPT SSL Dinilai Semena-mena, Masyarakat Serbu Kantor DPRD Palas Tuntut Keadilan
Array

PT SSL Dinilai Semena-mena, Masyarakat Serbu Kantor DPRD Palas Tuntut Keadilan

IMG_20161116_165404

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Ratusan masyarakat yang tergabung dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Sosa, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kecamatan Barumun dan Kecamatan Lubuk Barumun mendatangi komisi B DPRD Palas mengadukan nasibnyamereka dan meminta lembaga legislatif meminta agar memfasilitasi lahan mereka yang di serobot PT Sumatera Sylva Lestari (SSL).

“Kami adalah korban kezoliman PT SSL, mereka seperti tidak punya hati, lahan kami diserobot, tanaman sawit kami habis di dosser, rumah kami juga dirusak, padahal hanya itu yang kami miliki, bagaimana kami menafkahi keluarga kami”, kata Amus Nasution (40) warga desa Batang Bulu Jae, Kecamatan Lubuk Barumun kepada Fakta Pers Media di halaman kantor DPRD Palas, Rabu (16/11/16).

Amus menerangkan, masyarakat tidak berdaya menghalau alat berat yang sudah merusak tanaman warga, Pasalnya pihak TNI dan POLRI yang katanya menjaga titik api namun terkesan seperti tameng perusahaan. Dimulai pada bulan Oktober lalu sampai saat ini alat berat terus beroprasi dan diperkirakan lahan masyarakat sudah mencapai 300 an hektar yang sudah diserobot.

“Kami berharap memperhatikan nasib kami, dan pihak PT SSL mengganti tanaman dan rumah kami yang sudah dirusak”. katanya berharap.

Nasir (42) warga desa Paranjulu, Kecamatan Aek Nabara Barumun kepada Fakta Pers Media mengatakan, “Lahan yang sebagian besar telah ditanami kebun sawit  dirusak perusahaan dengan  menggunakan eskavator, selanjutnya pengerusakan kebun APL warga tersebut berlanjut  kepada penanaman kembali oleh pihak PT SSL. Dalam proses pengalihan tanaman, diduga juga menggunakan jasa pengawalan dari oknum TNI. Antisipasi jika terjadi bentrok dengan warga”.

Tambahnya “Saya melihat melihat langsung proses  pengerusakan lahan kepemilikannya. Dijelaskannya, diperkirakan ada lima hektar kebun sawit yang sudah berumur tiga tahun lebih dirusak alat berat PT.SSL. Bahkan disinyalir untuk mensterilkan pengalihan, pohon sawit yang ditumbang sengaja dikubur untuk menghilangkan barang bukti.

Sementara Humas PT SSL Abdul Hadi menyatakan terkait dengan persoalan status lahan PT SSL di Kabupaten Palas , pihaknya memiliki alasan hukum yang jelas, sedangkan kegiatan pendozeran yang kita laksanakan terhadap lahan yang ditanami masyarakat masih termasuk areal konsesi perusahaan, yang jelas pihak PT SSL dengan SK 579 belum ada penegasan lahan tersebut masuk APL dan sampai saat ini, pihaknya merujuk pada SK IUPHHK HTI PT.SSL No .82/KPTS-II/2001.(sumber: www.gosumut.com)

Menyikapi hal ini, LSM CENTRAL KEADILAN Kordinator Palas, Robert Nainggolan kepada Fakta Pers Media mengatakan, “Pada Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 82/KPTS-II/2001 bagian empat point 1 mengatakan, apabila di dalam areal HPH tanaman kayu peruntukanya terdapat lahan yang telah menjadi tanah milik, perkampungan, tegalan, persawahan atau telah diduduki dan digarap pihak ketiga, maka lahan tersebut tidak termasuk dan dikeluarkan dari areal kerja, HPH tanaman kayu pertukangan”.

“Jika itu digarap pihak perusahaan PT SSL, tentu sudah melanggar aturan pemerintah yakni SK Menhut RI, kalau seperti ini kejadiannya, sudah jelas merugikan dan merampas hak-hak masyarakat.  Jadi kami meminta Pemkab Palas, Pemprov Sumut dan Pemerintah Pusat supaya menegur perusahaan PT SSL yang dinilai semena-mena terhadap masyarakat,” jelas Robert Nainggolan. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments