Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Surati Dinas PU dan DPRD Nias Utara, Masyarakat Minta Tembok Penahan Dibongkar
Array

Surati Dinas PU dan DPRD Nias Utara, Masyarakat Minta Tembok Penahan Dibongkar

IMG-20161122-WA0003 (3)
Tehearo Zega

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Kamis, 10/11/2016 lalu Tehearo Zega, yang akrab disapa A. Zato, salah seorang tokoh masyarakat Desa Hilisalo’o, Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara, mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kantor DPRD untuk menyerahkan secara langsung  surat pengaduan dan keberatannya.

Surat pengaduannya sebagai aspirasi untuk ditindaklanjuti terkait masalah pelaksanaan proyek pembangunan tembok penahan di jembatan Tuhendaowi  Hilisalo’o, Kecamatan sitolu Ori yang dikerjakan oleh CV. Buakhe Sinar Utara yang diketahui sebagai Direktur Ordineman Zalukhu dan PPK Rahman Muttaqien Purba, ST.

Selanjutnya, adapun isi dan tuntutan dalam surat pengaduan dan keberatannya terkait pembangunan tembok penahan tersebut dengan uraiannya sebagai berikut;

1. Pembangunan tembok penahan yang ada di lokasi dekat dengan rumah saya (warga), sebagaimana telah di kerjakan oleh pihak rekanan bahwa hasil pekerjaan tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas keluarga karena sempitnya aliran air setelah tembok penahan tersebut terpasang/dibangun sehingga deras aliran air yang memasuki wilayah sekitar rumah mengakibatkan banjir. Sebagai warga masyarakat mengucapkan terimakasih atas adanya pembangunan tersebut dari Pemerintah Daerah Nias Utara, namun kami berharap dengan kejadian ini kiranya pembangunan tersebut dapat ditinjau ulang kembali sehingga kami tidak terancam dengan pembangunan tersebut.

2. Pada masa pekerjaan pembangunan tembok penahan jembatan Tuhendaowi yang dilaksanakan, kami sebagai warga memantau langsung pelaksanan fisik bangunan tersebut berdasarkan penglihatan dan pengalaman kami sebagai  warga, bahwa pekerjaan pembangunan tersebut kami sangat ragukan kualitas dan kekokohan bangunan tembok penahan yang telah dikerjakan, Di mana ada sebagian landasan pondasi pada tembok tersebut tanpa adanya pondasi awal hanya dan hanya ditempel melalui bekas bangunan yang telah hancur sebelumnya, dan hal ini saya bisa pertanggungjawabkan pembuktiannya baik di lokasi pekerjaaan maupun dihadapan Hukum. Untuk itu kami mohon agar bangunan tersebut segera dicek dan dibongkar kembali agar pembangunan  tersebut  dapat  bertahan lama dan bermanfaat baik.

3. Kami melihat  pada saat pekerjaan berlangsung  bahwa adanya sebagian pekerjaan tembok penahan sebelumnya parit yang hendak dibangun tersebut dipenuhi lumpur, saat itu di paksakan pekerjaannya dengan ditutupi berupa pembuangan batu kosong tanpa campuran semen dan di teruskan dengan menaikkan batu pasangan tanpa ada galian yang sempurna. Dugaan kami sebagai warga yang mengetahui hal tersebut berpotensi Mark Up.

4. Terjadinya masalah diproyek tersebut menurut pantauan kami  karena lemahnya pengawasan dari Dinas PU Kabupaten Nias Utara, terbukti jika kami ingin koordinasi kepada Pengawas dan PPK sangat sulit untuk bertemu karena kurangnya kehadiran di lapangan dan perhatian yang serius pada pekerjaan tesebut.

Ketika konfirmasi Fakta Pers, Tehearo Z dikega ediamanya Selasa 21/11/2016 tentang suratnya kepada Dinas PU dan  DPRD Nias Utara yang bermeterai 6000 itu, dirinya membenarkan dan meminta keseriusan Dinas Pekerjaan Umum untuk menanggapi maksud dan tujuan suratnya yang telah disampaikannya secara langsung tersebut.

Dia juga berharap, Dinas PU Nias Utara dan DPRD Nias utara agar dapat menindaklanjuti surat aspirasi serta pengaduannya, kalau seandainya tidak ada respon positif maka ia akan menempuh jalur hukum karena permasalahan diproyek tembok penahan tesebut saya mampu mempertanggung jawabkannya. (Edward Lahagu)

Most Popular

Recent Comments