Selasa, Juli 27, 2021
BerandaTambang Galian Sirtu Sumber Suko Merusak Ekosistem Lingkungan 
Array

Tambang Galian Sirtu Sumber Suko Merusak Ekosistem Lingkungan 

2016-10-11-23-04-51--1197415207-1 (2)

FAKTA PERS – PASURUAN.

Keberadaan tambang galian Sirtu di desa Sumber Suko Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan
menuai perhatian serius dari kalangan aktivis pemerhati lingkungan hidup di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pasalnya galian Sirtu atau galian C Sumber Suko milik H Rukun tersebut telah mengalih fungsikan hutan lindung sebagai akses jalan dump truk pengangkut material sirtu tersebut.

Pemilik tambang tersebut Haji Rukun saat ditemui Fakta Pers mengatakan,” kalo saya tidak takut mati mas, kalau mau menghadap, ya menghadap saja ke Suryono Pani karena saya suda dijaga sama dia,” pungkasnya.

Ucapan H.Rukun tersebut menuai berbagai reaksi dari para aktivis lingkungan hidup di wilayah Pasuruan Jawa Timur. Anggota LSM Gradika Tornado menjelaskan,”Hal yang dilakukan Haji Rukun itu sudah melanggar Undang-Undang lingkungan hidup dan pertambangan, ini harus dihentikan,” katanya.

“Terlepas lahan yang dijadikan lokasi tambang sudah menjadi milik pengusaha Haji Rukun dan untuk perizinanya memang sudah ada, tapi kita tidak mengetahui suda mati atau masih hidup untuk perizinannya, itu lokasinya hutan lindung. Sesuai fungsinya, hutan lindung tidak boleh disentuh oleh manusia, karena hutan lindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang ada dan banyak keaneka ragaman  jenis tumbuhan tanaman dan satwa yang terdapat di dalamnya yang harus di lestarikan ” kata Tornado.

Selain itu menurutnya, hutan lindung juga menjadi daerah tangkapan mata air yang harus dilestarikan. “Dan kebetulan, di atas tambang itu juga terdapat beberapa sumber air yang dimanfaatkan warga sekitarnya untuk kebutuhan sehari-hari. Ketersedian air di sekitar lokasi tambang pasti akan menyusut karna tambang tersebut,” ujarnya.

Menurutnya sungai yang berdekatan dengan hutan lindung, debit airnya sudah jauh berkurang karena sumbernya mengecil dan bahkan bisa mati.

Kemudian tidak hanya itu, muatan truk pengangkut galian C tidak sesuai volume juga menjadi penyebab rusaknya jalan warga. Jika musim panas jalan berdebu dan jika musim hujan jalanan terlihat becek parah.

“Tidak hanya di Desa Sumber Suko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan saja, di Desa Kenep Kecamatan Beji ada sekitar 5 titik lokasi tambang,” ujarnya.

Tornado dan aktivis pemerhati lingkungan lainya meminta pemkab beserta aparatur penegak hukum lainya untuk menghentikan aktifitas tambang tersebut karena menurutnya aktifitas tambang galian tersebut sudah merusak ekosistem lingkungan dan merugikan masyarakat.

Sementara itu Truno dibagian pertambangan yang bertugas di BP3M Perizinan Kabupaten Pasuruan menjelaskan,” Untuk kewenangan perizinan Kabupaten Pasuruan tidak mempunyai kewenangan, dan untuk kewenangan pertambangan tersebut sudah ditangani oleh provinsi sejak tahun 2015 lalu.

“Untuk izin di kawasan gunung pananggungan dan pasuruan bagian barat tidak akan di keluarkan lagi izinnya. Yang boleh beroperasi yang masih mengantongi izin, itu pun yang memenuhi syarat tertentu salah satunya harus menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

(PUR)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments