Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Acara Debat Publik Cabup dan Cawabup Sarolangun, Cek Indra: 'Saya Rasa Jawaban...
Array

Acara Debat Publik Cabup dan Cawabup Sarolangun, Cek Indra: ‘Saya Rasa Jawaban Pak Madel Tidak Konek’

img20161210202627

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun dalam rangkaian tahapan Pilkada Sarolangun tahun 2017, yang diselenggarakan KPU Sarolangun di ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sarolangun, Sabtu malam (10/12) dengan menampilkan kedua Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Muhammad Madel-Musharsyah (Madel-Har) dan Paslon nomor urut 2 Drs H Cek Endra-Hilallatil Badri (CE-Hilal) dengan tema Menuju Sarolangun Yang Berdaya Saing.

Acara yang ditayangkan secara Live TVRI Jambi yang dipandu oleh moderator Tina Talisa selain berisi penyampaian visi-misi paslon, moderator juga memberikan pertanyaan yang dirumuskan lima orang tim pakar Provinsi Jambi dan dijawab oleh masing-masing paslon.

“Pertanyan-pertanyaan yang disampaikan oleh Moderator adalah hasil rumusan tim pakar Provinsi Jambi,” kata Ahyar, Ketua KPU Sarolangun, Minggu (11/12) kemarin.

Lima orang tim Pakar tersebut adalah, Dr. Safarudin Dosen Unja, Profesor Maisah Dosen IAIN, Dr Muslih, SH, MH Dosen Unbari, Dr Aswan Idris Dosen Unja, dan Profesor Dr. Rusdi, Dosen Unja,” tambah Ahyar.

Acara debat yang dihadiri dalam acara debat Pj Bupati Sarolangun Arief Munandar, dan para undangan dari pemerintah Kabupaten Sarolangun, Kapolres Sarolangun Budiman Bostang Panjaitan beserta jajarannya, Kodim 0420 Sarko, tim pemenangan dari masing-masing Paslon, beserta para undangan lainnya. Penyampaian Visi-Misi oleh masing-masing Paslon dengan waktu yang ditentukan oleh KPU.

Pada sesi penyampaian visi- misi Paslon, Muhammad Madel menyebutkan visi-misinya menuju rakyat Sarolangun denan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki kekuatan ekonomi yang berdaya saing, nyaman, tangguh, adil dan sejahtera, namun belum sampai membacakan visi-misinya,  waktu yang diberikan selama empat menit, habis.

Giliran Paslon nomor urut 2, Cek Endra (CE) menyebutkan visi-misinya menuju masyarakat Sarolangun yang sejahtera, sentosa, aman dan makmur, terpenuhinya sandang, pangan, dan rasa aman, yang mana atas visi-misi yang disampaikannya akan mampu menciptakan rakyat Sarolangn sejahtera.

Cek Endra membacakan visi-misi secara lugas dan tuntas, satu hal yang menjadi program Cek Endra dalam menuju Sarolangun berdaya saing adalah membangun desa dengan dengan program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan seperti program P2DK, pembangunan pabrik kelapa sawit dan pembangunan pabrik tapioca, menjadi sasaran utamanya.

Sesuai dengan tema debat publik menuju Sarolangun yang berdaya saing, Moderator Tina Talisa memberikan pertanyaannya. Pada kesempatannya CE menjawab pertanyaan moderator dalam menuju sarolangun berdaya saing adalah dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Lain halnya Muhammad Madel (Madel), Madel menjawab bahwa pembangunan harus dilakukan dengan membenahi tata kelola pemerintahan, pembangunan berwawasan lingkungan dengan manfaat jangka panjang dan dengan memperhatikan lingkungan jangan sampai rusak. Termasuk usaha rakyat dalam Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) akan dihentikan karena merusak alam dan lingkungan.

Menanggapi persoalan kesjahteraan rakyat, CE menyebutkan potensi alam Kabupaten Sarolangun yang cukup beragam, masyarakatnya harus sejahtera, semua stake holder akan dikerahkan mencapai target pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan Masyarakat, hutan adat yang  merupakan aset wajib dilestraikan dan bermanfaat untuk rakyat.

Tentang PETI sebagai usaha masyarakat, CE menyebutkan akan dikeluarkan peraturan daerahnya dan sumberdaya alam yang berlimpah untuk dikelola sesuai dengan aturan yang akan ditetapkan.

Kata CE, “saya telah memprogramkannya pada kepemiminan saya periode sebelumnya,” tegas CE seraya menyebutkan bahwa dirinya sudah berpengalaman dalam program desa, dan punya kemampuan mensejaahterakan masyarakat desa.

Dalam hal ini Madel sependapat, tapi kuatir bilamana nantinya para kades menjadi calon masuk penjara, karena pengelolaan dana yang bergulir di desa tanpa pengawasan.

Pada gilirannya, Madel melemparkan pertanyaan kepada CE tentang faktor yang mendorong Sarolangun menuju daya saing.

CE menjawabnya dengan tangkas, “bahwa para investor didorong dengan pelayanan perizinan yang baik. kita perbaiki infrastruktur dan faktor pendukung seperti tenaga listrik, akses jalan dan akses produksi harus diperhatikan, lima pabrik sawit sudah berdiri, sekarang dua pabrik tapioka  sedang dibangun, semua itu sudah saya lakukan,”

Ketika moderator mempersilaHkan CE bertanya kepada Madel, tentang koneksivitas pembangunan ekonomi yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat, madel menjawab, “yang terpenting adalah kemakmuran rakyat. Saat inilah jawaban madel yang disebut tidak konek oleh CE.

“Saya rasa jawaban Pak Madel tidak konek,” imbuh CE seraya menjelaskan konektivitas pembangunan ekonomi yang dimaksudkan adalah tentang hubungannya dengan investasi di Kabupaten Sarolangun dengan daerah lain yang harus saling berhubungan, dan produksi Sarolangun harus sesuai dengan kebutuhan produk di daerah lain. Namun madel menjawab, “yang penting kemakmuran rakyat yang utama,” jawab Madel, yang diiringi sorak-sorai pengikut debat.

Dengan perseteruan panelis, “silakan nanti anda pilih siapa pada 15 Februari 2017” sela Tina Talisa, kepada para tamu dan undangan yang hadir.

Pada bagian terakhir sebagai bagian penutup, para paslon dengan visi-misi nya meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani. Pada kesempatan ini Madel berpesan kepada penyelenggara agar profesional dalam penyelenggaraan Pilkada. CE dalam pesan penutupnya menyampaikan bahwa dirinya akan memperbaiki kekurangan demi kemajuan Sarolangun, “kami ingin meninggalkan kenangan baik, Kami akan memperbaiki kekurangan demi kemajuan Sarolangun, mudah mudahan visi-misi kami  mendapat dukungan dari masyarakat dan menerima kami  mengabdi untuk lima tahun mendatang,” pungkasnya. (Sadri)

Most Popular

Recent Comments