Rabu, Mei 12, 2021
BerandaDiduga Efek Konflik Lahan di PT KDA, Mantan Kades Karmen Diancam Ditembak
Array

Diduga Efek Konflik Lahan di PT KDA, Mantan Kades Karmen Diancam Ditembak

tembak
Ilustrasi

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Perseteruan warga tentang komplik lahan perkebunan sawit milik kelompok tani warga Desa Karang Mendapo (Karmen) dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) masih dalam polemik dan belum menemukan titik terang.

Bahkan terakhir antara masyarakat Karmen Kecamatan Pauh, dengan PT KDA terus memanas dan saling mengklaim hak dan kepemilikan lahan. Persoalan inipun berada di tangan Pemkab Sarolangun yang telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sarolangun, Badan Pertanahan Nasional Sarolangun, Kejari Sarolangun, Polres Sarolangun, dan juga mengikut sertakan beberapa tokoh masyarakat.

Namun sayang, niat Pemkab untuk melakukan mediasi guna menyelesaikan polemik ini, dianggap remeh oleh PT KDA, pasalnya beberapa kali pemkab mengajak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini, untuk duduk bersama masyarakat, PT KDA masih belum tercapai.

Terpisah masih terkait komflik lahan ini, Mantan Kepala Desa Karang Mendapo (Karmen) Kecamatan Pauh akui dapat ancaman ditembak oleh oknum yang diduga berkerja untuk pihak PT KDA.

“Ya saya dapat ancaman di tembak,” urai Rusdi saat dihubungi Fakta Pers.

Diakuinya, diduga pelaku yang mengancam dirinya merupakan pihak yang berkerja untuk perusahaan terkait persoalan lahan antar warga Karmen dan PT KDA yang masih menjadi masalah selama ini. menurut Rusdi ancaman ini bermula ketika dirinya tidak berada di Kabupaten Sarolangun.

Saat itu ada sejumlah warga menahan mobil CPO Milik PT KDA dan kuncinya disita agar persoalan lahan warga segera diselesaikan. Dibalik itu dirinya tak ikut campur ada penahanan mobil CPO tersebut malah dirinya mendapat tudingan bahwa dibelakang peristiwa itu dan bersikeras kunci mobil CPO itu diamankan oleh yang bersangkutan.

“Saat ditahan saya tidak ada di Sarolangun, saya sedang berada di Jakarta, Mereka menuding saya dibalik semua ini dan menuding kunci mobil CPO saya yang menahannya, padahal saya tidak tahu menahu tentang itu,” üjar Rusdi.

Masih kata M Rusdi, pria yang juga warga Karmen yang diduga bekerja untuk pihak PT KDA tersebut, informasi selama ini memiliki senjata api rakitan, dan sempat mengirimkan sebuah pesan singkat bernada ancaman kepadanya.

“Selain melalui pesan singkat dia juga sempat datang ke depan rumah dengan tanganya dipinggang seolah memegang sesuatu,” tambah Rusdi.

Namun sampai saat ini, Rusdi mengakui secara fatalnya belum terjadi kontak fisik dengan dirinya, namun ditakutkan hal ini bisa menjadi ancaman bagi dirinya maupun anggota kelompok tani lainya yang berpihak kepadanya.

Selain itu dirinya juga berharap kepada Pemkab Sarolangun untuk segera ikut menyelesaikan persoalan yang sudah menahun terjadi antara warga Karmen dan PT KDA. Dan untuk penyelesaian sengeketa ini Rusdi juga mengakui kini pihaknya diminta menunjukkan bukti surat milik kelompok tani yang luasnya lebih kurang 100 hektar tersebut.

“Kita harapkan penyelesaian lahan itu segera. Kini mereka meminta bukti surat batas-batas tanah itu, surat itukan saya simpan di Jambi dan sedang dalam perjalan ke Sarolangun milik kelompok tani lahanya lebih kurang 100 hektar,” pungkas Rusdi.

Untuk diketahui, Mantan Kades Karmen M Rusdi, juga sempat menulis status di akun media sosialnya terkait dengan ancaman tersebut. Tulisan M Rusdi ini mempertanyakan kepada pihak yang mengancam akan menembak dirinya.

“Anda siapa, apa dibayar pihak perusahan untuk mengancam saya, mau menembak segala,” kata M Rusdi melalui tulisanya di media sosial. (Sadri/Nto)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments