Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDisporparekraft Menggelar Lomba Baju Adat di Pasar Lama Kulinary Night Tangerang
Array

Disporparekraft Menggelar Lomba Baju Adat di Pasar Lama Kulinary Night Tangerang

img-20161219-wa0003

FAKTA PERS – TANGERANG.

Lomba desain baju adat Disporparekraft dilaksanakan berbarengan dengan kulinary night dan nobar final AFF di Pasar Lama, Tangerang, Sabtu (17/12).

“Kegiatan lomba baju adat ini untuk menentukan pakaian adat Kota Tangerang, yang kebetulan saat ini Kota Tangerang sendiri belum memiliki pakaian adat ciri khas tersendiri,” kata Nurkholis Kepala Seksi Disporparekraft Kota Tangerang kepada Fakta Pers.

Nurkholis menjelaskan dari 100 peserta yang sebelumnya diberi waktu selama satu bulan untuk merancang baju adat, hanya 7 finalis yang berhasil pamerkan hasil karya mereka di depan masyarakat Kota Tangerang yang dari mulai petang antusias memenuhi area wisata kuliner terbesar di Kota tersebut.

Dalam melaksanakan kegiatan Lomba desain baju adat ini, kata nurkholis, digelar atas inisiatif disporparekraft sesuai dengan arahan para pimpinan serta dibuka untuk umum.

“Untuk diketahui, pemenang lomba desain baju adat tersebut, juara pertama berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 12 juta,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Rina Hernaningsih Kepala Disporparekraft Kota Tangerang menuturkan, hasil dari karya desain yang terbaik dalam pagelaran lomba baju adat ini  rencananya akan dibuat hak paten oleh pemerintah Kota Tangerang, lalu akan digunakan untuk setiap kegiatan di kota tersebut.

“Saat ini kan belum ada busana yang menjadi ciri khas Kota Tangerang, maka dari itu Disporparekraft berinisiatif untuk mengadakan kegiatan lomba in. Dengan terpilihnya nanti baju adat tersebut, maka pemerintah Kota Tangerang akan mengunakannya disetiap kegiatan di Kota Tangerang,” jelasnya.

Disamping itu budayawan asli Kota Tangerang Mustaya Nata Direja dalam acara ini memberi sambutan positif. “Kegiatan ini bagus sekali, sehingga masyarakat Kota Tangerang kedepannya dapat meningkatkan, mengembangkan, dan menggali budaya Kota Tangerang,” ujarnya.

“Dengan dilaksanakanya kegiatan ini adalah merupakan satu motivasi, ” imbuh Nata. Dengan demikian, maka para perancang busana yang kreatif dan berinovatif, mampu menciptakan busana adat khas Kota Tangerang sesuai yang diharapkan warga Kota Tangerang.

“Mungkin pahlawan Nyi Mas Melati bisa menjadi inspirasinya atau pintu air 10 yang menjadi ikon Kota Tangerang, dan tentunya tidak ketinggalan kultur dari akhlakul karimah yang sudah melekat pada masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya.

(Herpal)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments