Minggu, Juli 25, 2021
BerandaKarena Status FB Yang Menyudutkan Pihak RSUD Tikep, M. Zulham Diminta Klarifikasi
Array

Karena Status FB Yang Menyudutkan Pihak RSUD Tikep, M. Zulham Diminta Klarifikasi

dfghjk

FAKTA PERS – TIDORE.

Perkembangan media sosial terutama Facebook terkadang tak selamanya baik. Hal ini yang dialami oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tidore Kepulauan, lewat postingan status salah satu warga Kota Tidore Kepulauan sebut saja M. Zulham yang dinilai telah mencemari nama baik pihak RSUD Tikep dengan menyebutkan bahwa pihak RSUD Tikep sibuk mengurusi masalah Akreditasi sehingga mengabaikan Pelayanan Kesehatan terhadap pasien.

Postingan yang dimuat pada tanggal 18 Desember tersebut, membuat berbagai spekulasi dan argumen dari kalangan Masyarakat. Sontak saja membuat pihak RSUD Tikep kemudian mengambil langkah untuk melakukan pertemuan terbuka dan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi perihal postingan tersebut.

Menurut Dirut RSUD Tikep pernyataan Zulham melalui akun facebooknya seperti Petugas sibuk Akreditasi sehingga berimbas pada pelayanan yang kurang efektif. Petugas Sibuk mondar mandir nggak karuang ketimbang mengurusi pasien yang sekarat di UGD. Dan untuk mendapatkan ruang pengobatan pasien dan keluarga harus menunggu dengan berjam-jam, kalau petugas mau belajar sudah lewat waktunya. Merupakan pernyataan yang keliru dan tak mendasar.

“Postingan yang sudara buat ini seolah-olah kami membiarkan pasien yang sudah sekarat lalu dibiarkan tanpa adanya pelayanan, padahal pasien yang dimaksudkan pak julham ini dalam pandangan kesehatan itu tidak termasuk kategori sekarat, dan untuk saat ini juga kami telah melakukan pelayanan terhadap pasien yang dimaksud (Anaknya Murad Polisiri salah satu Anggota DPRD Tikep) jadi bagi kami, setiap kritikan itu sangat kami terima hanya saja kritikan itu untuk membangun bukan untuk menjatuhkan,” tutur Dirut RSUD Tikep.

Dirut RSUD Tikep juga menyampaikan masalah Akreditasi memiliki tujuan utama adalah meningkatkan pelayanan kesehatan baik dari segi Administrasi dan pelayanan yang harus seajajar tidak boleh salah satu diantaranya berdiri sendiri. Bahkan masalah akreditasi khsusnya di maluku itu baru di kota tikep yang melakukan persiapan.

Hal yang sama juga ditambahkan dr. Karina menurut dia masalah akreditasi tidak pernah diajarkan di bangku sekolah maupun perkuliahan, melainkan didapat melalui tingkat pelayanan karena standar akreditasi setiap tahunya mengalami perubahan. Sehingga jika terdapat petugas yang baru belajar memang karena itu berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh kemenkes sehingga yang menjadi tugas kami adalah mempelajari dokumen dan menerapkannya di lapangan.

“Anda menyayangkan terkait dengan masalah pelayanan yang terlambat dengan berjam-jam, namun kami punya standar bahwa itu sampai batas waktu selama 24 jam, dan kurang dari tiga menit sudah terlayani. Jadi yang anda tuduhkan ke kami ini tidak memiliki standar tetapi kami bekerja berdasarkan standar yang ditentukan. Sementara soal sekarat itu ada ukurannya dan apa yang anda tuduhkan itu tidak benar, jadi postingan anda ini membuat kami sangat sedih karena masyarakat sudah tidak lagi mempercayai kami, padahal masalah persiapan akreditasi ini, kami sampai meninggalkan keluarga demi membangun pelayanan kesehatan yang baik di Kota Tidore kepulauan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama juga ditambahkan Ebit Ketua Keperawatan RSUD Tikep yang menangani masalah bidang dan perwat, dia mengaku setelah mendengar masalah postingan zulham yang menyebut pihak RSUD Tikep tidak melayani pasien yang sekarat membuat dirinya kaget padahal selama ini pihaknya tidak pernah membiarkan pasien itu sampai sekarat, sementara soal persiapan akreditasi itu sesungguhnya bukan untuk kepentingan RSUD melainkan untuk masyarakat. Pasalnya jika akreditasi gagal maka BPJS sudah tidak akan mau bekerjasama dengan Rumah sakit, dan itu akan merugikan masyarakat yang tidak punya uang yang dibayar oleh pemerintah melalui BPJS. “kami lakukan semua ini untuk masyarakat tidak ada kepentingan yang lain, olehnya itu jika RSUD tidak sampai di akreditasi maka yang rugi adalah masyarakat yang kurang mampu,”jelasnya.

Mendengar sejumlah penjelasan yang disampikan pihak RSUD Tikep, Zulham terdiam dan tanpa banyak bicara.

Hasil pertemuan antara Zulham dan Pihak RSUD menyepakati diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melalaui proses hukum. Pihak RSUD Tikep kemudian meminta kepada yang bersangkutan untuk menuliskan permohonan maaf serta menuliskan fakta berupa data yang benar sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh pihak RSUD Tikep agar di posting kembali pada laman facebooknya dan menghapus postingan sebelumnya.

Pertemuan yang digelar Senin (19/12) siang tersebut, turut dihadairi  Kapolsek Tidore Kota Tidore Kepulauan, Iptu La Badau,  serta sejumlah dokter RSUD Tikep. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments