oleh

Menyikapi Dugaan Pelecehan Agama di Jambi Forkopimda Sarolangun Gelar Silaturahmi dengan FKUB, Ormas dan LSM

-Daerah-308 views
pelecehan-hotel-di-jambi
Pj Bupati memimpin acara silaturahim dengan FKUB, Ormas dan LSM

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Menyikapi dugaan pelecehaan agama yang terjadi di Hotel Novita, Jambi, Forkompimda Kabupaten Sarolangun menggelar silaturahmi dengan segenap unsur FKUB, Ormas dan LSM Se-Kabupaten Sarolangun, Selasa (27/12)  di rumah dinas Bupati Sarolangun.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) yang diketuai Bupati Sarolangun memandang perlu silaturahmi menyikapi persoalan yang terjadi yang mengusik keamanan dan ketenteraman umat beragama di Propinsi Jambi. Kejadian yang mana ditemukan adanya Lafadz Allah dalam bahasa Arab (الله) yang diletakkan di bawah Hiasan Natal, sedangkan di atasnya ada Salib dari miniatur halaman gereja hiasan Natal di lobi hotel berbintang yang belokasi di Jl. Gatot Subroto, Jambi.

Kejadian yang mengejutkan tersebut cepat tersebar sehingga umat Islam mendatangi hotel tersebut dan melaporkan ke pihak aparat pemerintah dan mengklaim sebagai bentuk pelecehan agama Islam.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, setelah digelar rapat khusus yang dihadiri oleh Walikota, Dandim dan Kapolresta serta unsur Forkompimda Kota Jambi, akhirnya Wali Kota Jambi Sy Fasha langsung mengambil sikap tegas menutup aktivitas hotel untuk sementara waktu.

Pj Bupati Sarolangun Arief Munandar memimpin acara silaturrahmi sekaligus memberikan arahan maksud dan tujuan diselenggarakannya acara silaturrahmi.

“Jangan sampai terprovokasi, persoalan yang terjadi di Hotel Novita, Jambi kita serahkan kepada aparat dan hukum yang berlaku, jangan ikut memperkeruh suasana” kata Arief Munandar. Pj Bupati berharap ada kerjasama semua pihak dalam menjaga ketentraman dan keamanan serta kerukunan antar umat beragama.

“Harapan kami, mohon kerja sama semua pihak menciptakan suasana kondusif dalam kerukunan antar umat beragama”, harapnya.

Hadir dalam acara silaturrahmi, Kapolres Sarolangun Budiman Bostang, para kepala SKPD, LSM, Dandim, Kajari, FKUB, Ormas lintas agama, Perwakilan DPRD dan awak media Se-Kabupaten Sarolangun.

Kapolres Sarolangun Budiman Bostang dalam pidatonya mengatakan acara yang diadakan secara dadakan ini menyikapi masalah yang terjadi di hotel Novita, Jambi.

“Ini jujur, ini secara mendadak, kami haturkan terimakasih kepada Pj Bupati Arief Munandar yang langsung mengakomodir pertemuan ini “, kata Bostang dalam pidatonya, yang juga meminta bahwa dalam permasalahan yang ada diserahkan kepada pihak yang berkepentingan.

“Menjadi viral di kota jambi kejadian dugaan pelecehan agama, saya himbau mari berpikir global dan bertindak regional”, tambahnya. “Kita harus perkuat keamanan di lingkungan sendiri, kita bisa awasi dengan proses hukum untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada”, terangnya berharap kepada semua pihak dapat menjaga kondusifitas di Jambi khususnya Kabupaten Sarolangun.

Dandim 0420 Sarko, Inyoman Yudana dalam pidatonya mengatakan bahwa permasalahan yang sedang terjadi di Ibu Kota Negara dan di Propinsi Jambi, disikapi dengan bijaksana.

“Mari sikapi permasalahan yang terjadi di Ibu Kota Negara dan di Kota Jambi dengan bijaksana. Kita yakin kepolisian mampu mengawal permasalahan ini”, katanya seraya berharap kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat menetralisir masyarakat dan umatnya menyikapi permasalahan ini.

Harapan agar kondisi tetap aman dan kondusif juga disampaikan Deni, Kajari Sarolangun. Kajari mengatakan perkembangan tehnologi yang maju pesat memprihatinkan, pemerintah sampai kewalahan dalam mengawasi media sosial.  “Saya bangga Jakarta kondusif, saya berharap Jambi juga demikian. Saya berharap kepada media jangan menulis berita yang bersifat provokatif, demi terjaganya keamanan dan kedamaian di Provinsi Jambi” ujarnya.

Harapan kepada awak media bertambah, seperti yang dikemukakan Kepala pengadilan Sarolangun meminta insan Pers dapat menjaga keamanan dengan pemberitaan yang menyejukkan hati para pembaca, “Saya minta gunakan lah hati nurani dalam menyikapi persoalan yang ada, bila ada berita jangan ditelan bulat-bulat, teliti dan kaji mudarat dan manfaatnya agar tidak terjadi kekacauan”, harapnya.

Tanggapan dalam maksud yang sama dari Syafi’i, anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Syafi’i mengatakan dengan kejadian di hotel Novita Jambi menimbulkan keresahan di masyarakat, diduga atas persaingan bisnis perhotelan. “Saya menduga ini tersangkut persaingan bisnis, karena perhotelan di Propinsi Jambi mayoritas etnis china” katanya. Dengan demikian Syafi’i menghimbau Insan Pers memberi berita yang baik dan meredam ketegangan yang berkembang dikalangan masyarakat.

Profesor Suhar, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sarolangun dalam pidatonya mengajak para pemimpin agama di Kabupaten Sarolangun duduk bersama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. “Kita harus melihat persoalan atas apa yang terjadi hari ini, dengan apa yang ada pada masa yang dibelakang, Saya punya kepedulian pada Kabupaten Sarolangun, sensitifitas agama pasti ada, ketika masih kecil mari kita inventarisir”, kata profesor Suhar.

Dalam pidato selanjutnya, Profesor yang merupakan putera daerah Sarolangun ini sepakat permasalahan yang terjadi diserahkan kepada pihak hukum. “Tentang kejadian Hotel Novita, saya sepakat serahkan ke Pihak hukum, dan kita percaya itu”, pungkasnya.

Pada sesi tanya jawab, Buya Lutzai dari perwakilan NU,  menghimbau antar umat jangan saling menyinggung. “Interen umat sama-sama dibina ke dalam jangan mengurus agama orang”, kata Buya.

Begitupun H Elmi, mewakili Ketua NU Sarolangun, mengajak agar umat mematuhi dan mengikuti aturan yang ada. “Antar umat beragama harus sering bertemu dalam sebuah silaturrahmi untuk menjaga kerukunan hidup beragama”, katanya.

(M Sadri)

Komentar

News Feed