Rabu, Juni 16, 2021
BerandaPolemik Pasar Tebet Dengan Penghuni Kios Yang Tak Kunjung Usai
Array

Polemik Pasar Tebet Dengan Penghuni Kios Yang Tak Kunjung Usai

Perusahaan Daerah Pasar Jaya Tebet, Jakarta Selatan.

FAKTA PERS – JAKARTA.

Carut marut Perusahaan Daerah Pasar Jaya Tebet sudah sekian lama terjadi, beragam permasalahan membelit pengelola dan para penghuni kios pasar yang selama ini dikenal dengan pusat produksi kartu undangan terbesar di Indonesia tersebut.

Mulai dari permasalahan peruntukan usaha, lahan parkir, listrik, dan yang baru-baru ini masalah kepemilikan kios yang diduga ada oknum pemilik kios yang memiliki lebih dari 5 unit kios dan di atasnamakan kepada anak di bawah umur.

Dari pantauan Fakta Pers di lapangan Senin, (5/12) memang sangat terlihat jelas kesemerawutan yang terjadi di lahan parkir yang dipenuhi dengan mesin-mesin cetak serta meja-meja produksi kartu undangan. Tak hanya itu, kendaraan roda dua dan roda empat terparkir secara tidak beraturan di area basement pasar yang panas dan pengap.

img-20161206-wa0009

Menurut Andi (bukan nama sebenarnya) kepada Fakta Pers menuturkan, bahwa kondisi itu sudah lama terjadi dan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Pasar Tebet. Dia juga menjelaskan, ratusan kios-kios kartu undangan itu sebenarnya hanya dimiliki beberapa pemilik saja, selebihnya mereka menyewa kepada oknum-oknum pemilik kios dengan harga yang bervariasi.

“Sebenernya pihak pasar sudah beberapa kali akan melakukan penertiban di Pasar Tebet, tapi selalu mendapatkan penolakan dari para pemilik kios yang berkuasa selama puluhan tahun. Bahkan beberapa waktu lalu ada salah satu penyewa kios yang melaporkan ke Pak Ahok karena merasa didzolimi oleh salah satu oknum pemilik kios terbanyak di Pasar Tebet,” tambahnya.

Kepala PD Pasar Jaya Tebet Novianti saat dikunjungi Fakta Pers di kantornya Senin, (5/12) menjelaskan, Dirinya membenarkan dengan kondisi pasar saat ini. Pihaknya sudah beberapa kali melakukan upaya penertiban terhadap pemilik-pemilik kios yang menempati lahan tidak semestinya, akan tetapi dirinya mengaku mendapatkan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

“Saya baru sekitar 2 tahun menjabat di sini, sedangkan mereka melakukan kegiatan usaha itu sudah dari tahun 2000-an, anda pasti tahu bahwa ini adalah bagian peninggalan dari pejabat-pejabat pasar yang sebelumnya. Saya sudah berusaha menertibkan dengan memberikan pengertian kepada mereka, tetapi justru saya yang balik dilaporkan kepada pihak-pihak tertentu,” jelasnya kepada Fakta Pers.

Terkait memo penyegelan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) akibat dari pengaduan dari salah satu penghuni kios yang menyewa kepada salah satu pemilik, Novi juga membenarkan hal itu. Menurutnya, persoalan itu sudah ditangani 0leh PD Pasar Jaya Pusat, sedangkan untuk penertiban sterilisasi lahan parkir (basement) akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Memang benar, beberapa waktu lalu kami mendapatkan memo dari Pak Gubernur terkait kepemilikan kios, saat ini sudah ditangani oleh pihak pusat, anda bisa langsung tanyakan ke pusat. Sedangkan untuk penertiban area parkir ini akan segera kita lakukan dibulan Desember ini, yang pasti awal tahun 2017 harus sudah steril,” imbuhnya.

Novi berharap, dirinya mendapat dukungan dari semua unsur terkait untuk menyelesaikan permasalahan di Pasar Jaya Tebet tersebut. Agar permasalahan yang sudah sekian lama menjadi polemik itu dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

“Saya hanya bisa melakukan apa yang menjadi tanggung jawab saya mas, jabatan ini amanah buat saya. Meskipun saya hanya seorang perempuan, saya berharap dapat menyelesaikan permasalahan disini dengan dukungan pihak-pihak yang berkompeten, termasuk rekan-rekan media. Saya ingin Pasar Tebet ini tertib, bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan kepada para pengunjung,” pungkasnya. (RN/GTR)

img-20161206-wa0008 img-20161206-wa0011

img-20161206-wa0007 img-20161206-wa0010

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments