oleh

Respon Aksi Bela Islam 212, Pemkot Tidore Hadir Shalat Jum’at dan Dzikir Bersama

-Daerah-276 views
werfghj
Sultan Tidore, H. Husain Syah saat memberih arahan terkait dengan Aksi Bela Islam III

Fakta Pers – Kota Tidore Kepulauan

Aksi Bela Islam 212 atau aksi bela islam ke III yang digelar ummat Muslim Indonesia di Ibukota Jakarta, mendapat respon Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim bersama sejumlah pimpinan SKPD menghadiri Shalat Jum’at yang dirangkaikan dengan  Dzikir bersama di Masjid Miftahul Jannah kompleks Pasar Sarimalaha Kelurahan Indonesiana, Jum’at (2/12/16).

Selain Walikota dan unsur pimpinan SKPD, Shalat Jum’at dan Dzikir bersama ini, dihadiri Ketua MUI Kota Tidore Kepulauan, KH. M. Saleh Yasin dan Sultan Tidore, H. Husain Syah serta sejumlah tokoh Islam dan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Tidore Kepulauan. Bertindak sebagai Khatib shalat Jum’at, KH. Saleh Yasin sementara untuk imam, Ustadz Ridwan.

Usai Shalat Jum’at, dilaksanakan kegiatan Dzikir memohon keselamatan dan persatuan bangsa dilanjutkan dengan Pengantar Kata oleh Sultan Tidore, H. Husain Syah. Dalam pengantar katanya, H. Husain Syah menyampaikan bahwa Ummat Islam Indonesia merupakan ummat yang memiliki rasa toleransi tertinggi di dunia.

“Dalam kehidupan negara yang penuh kebhinekaan, kontribusi ummat Islam bagi Indonesia sangat besar. Baik selama masa perjuangan kemerdekaaan maupun mengisi pembangunan, Ummat Islam telah hidup berdampingan dengan damai bersama penganut agama lainnya di Indonesia,” kata H. Husain Syah.

Husain Syah juga mengatakan Bahwa Ummat Muslim tidak sedikitpun ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang telah mereka perjuangkan kemerdekaannya. bahwa sebagai Ummat Islam wajib hukumnya menjaga keutuhan NKRI. Jadi siapapun tidak perlu takut terhadap Aksi Bela Islam karena semuanya dilakukan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, Walikota, Capt. H. Ali Ibrahim usai melaksanakan Dzikir bersama, Walikota menyampaikan, bahwa penyampaian aspirasi boleh dilakukan dalam kerangka menjunjung tinggi saling toleransi dan saling menghormati. Bahwa dalam setiap kesempatan dirinya selalu mengingatkan masyarakat Tidore untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga tali silaturahim dan jangan mudah terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya juga menghimbau masyarakat untuk menciptakan kondisi lingkungan yang yang tertib, aman dan nyaman bagi siapapun yang tinggal di Kota Tidore Kepulauan,” Pungkasnya.

Usai Dzikir bersama, pengurus HMI cabang Tidore kemudian melanjutkan orasi di sekitar Pasar sarimalaha yang terkait aksi Bela Islam III dan mendesak Polri untuk secepat mungkin memproses penegakan hukum terhadap kasus penistaan agama. (ss)

Komentar

News Feed