oleh

Sosialisasi BPSK, PLN Dihujani Kritik dari Peserta

-Daerah-293 views
Foto Staf Ahli Bupati Sarolangun, BPSK didampingi Camat Sarolangun M Idrus, dalam acara sosialisasi

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Sarolangun menyelenggarakan sosialisasi bagi masyarakat, pengusaha dan konsumen. Dalam rangka perannya melindungi konsumen, BPSK Sarolangun memaparkan perihal yang harus diketahui dan berbagai cara dalam mendapatkan perlindungan atas permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Salah satu yang seharusnya menjadi perhatian BPSK adalah masalah harga yang tertera pada kemasan yang tidak sama pada harga yang tertera pada price list komputer kasir saat pebayaran barang. “Dentity price, menjadi perhatian BPSK, ini menjadi perhatian serius bagi BPSK, harga yang tertera pada kemasan produk tidak sama dengan harga yang tertulis pada komputer kasir” kata Sakwan Staf Ahli Bupati Sarolangun mewakili Pj Bupati Sarolangun Arief Munandar.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999, BPSK dibentuk untuk melindungi konsumen atas transaksi belanja barang dan jasa konsumen. “Fungsi BPSK sangat banyak dan dilindungi undang-undang, bisa berfungsi sebagai peradilan konsumen,” tambah Sakwan yang menguraikan panjang lebar bahwa Sosialisasi tentang BPSK sangat penting untuk pengetahuan konsumen sampai kepada penyelesaian permasalahan konsumen.

Pada kesempatan ini, Camat Sarolangun M Idrus mengatakan menyambut baik sosialisasi ini agar masyarakat sebagai konsumen mengetahui bahwa mereka dilindungi oleh undang-undang atas pelayanan perolehan barang jasa yang dilakukan. “Kami menyambut baik sosialisasi ini, konsumen harus dilindungi,” ujar M Idrus Camat Sarolangun dalam pidatonya.

Arsyad, Kadis Perindagkop dan ketua BPSK Kabupaten Sarolangun menyebutkan bahwa kehadiran BPSK tidak perlu ditakuti karena menguntungkan semua lini yang terlibat langsung dalam barang dan jasa. “Hadirnya BPSK menguntungkan konsumen, produsen dan debitur, jadi BPSK dapat membantu semua lini yang berhubungan dengan produk”, kata Arsyad.

BPSK juga hadir saat konsumen menemukan masalah, seperti kredit macet dan persoalan transaksi. Menurut Arsyad, sampai sekarang di Sarolangun belum ada laporan masyarakat kepada BPSK menyangkut sengketa konsumen. Bagi yang menemukan permasalahan konsumen, “silakan melapor, dengan prosedur pelaporan kepada BPSK”, tambah Arsyad.

“Penyelesaian sengketa tidak ada pihak yang dirugikan, kalau yang bersifat kriminal dan yudisial kita lanjutkan penyelesaiannya ke Pihak hukum,” urai Arsyad.

Satu hal menarik, ketika tanya jawab peserta menghujani PLN dengan berbagai pertanyaann dan kritikan yang dapat membuat pihak PLN Sarolangun, Rudy terpojok. Mulai dari listrik mati tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, masalah tagihan dan pemutusan sampai kepada penerapan sanksi yang tidak berimbang kepada pelanggan.

Namun Kepala PLN Sarolangun Rudy, menyebutkan pemadaman listrik punya ketergantungan dengan Gardu induk yang sekarang adanya di Bangko, untuk ke depannya akan dibangun Gardu Induk di Sarolangun, “pelayanan PLN di Sarolangun akan kita tingkatkan dengan akan dibangunnya gardu induk di Sarolangun”, kata Rudy. (Sadri)

Komentar

News Feed