oleh

AROGAN, Oknum Kepala Desa Ancam dan Usir Wartawan Saat Liputan

-Daerah-342 views

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Prilaku kasar dan arogan terhadap wartawan oleh oknum pejabat pemerintahan kembali terjadi, kali ini menimpa salah seorang wartawan Fakta Pers yang tengah melakukan tugas investigasi terkait pemberitaan Dana Desa di Desa Hiligodu Ulu, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Kamis (12/01).

Kejadian berawal ketika sekira pukul 11.30 Wib, wartawan Fakta Pers dari Biro Kabupaten Nias, Jurdil Laoli (23) hendak menyikapi tentang penyelewengan alokasi Dana Desa di wilayah tersebut. Hal itu dilakukan terkait banyaknya laporan dari masyarakat dengan adanya kejanggalan pada proyek yang sedang berjalan di desa Hiligodu Ulu.

“Saat itu saya sedang wawancara dengan salah satu warga, namun ketika Kepala Desa Hiligodu Ulu Anarsir Laoli alias Ama Citra Laoli datang dan turun dari kendaraannya langsung marah-marah, mengusir, mencaci maki, serta mengancam dengan kata-kata kotor, bahkan dia sempat mengejar untuk melakukan pemukulan terhadap saya. Untung ada warga yang menghalau tindakan kepala desa.” tutur Jurdil kepada Fakta Pers.

Hal itu juga dibenarkan oleh beberapa orang warga yang pada saat itu di tempat kejadian. Dari hasil rekaman video yang dikirim ke Redaksi Fakta Pers juga terlihat Anarsir Laoli alias Ama Citra Laoli begitu emosi dan membabi buta hendak menyerang Jurdil Laoli yang pada saat kejadian hanya dapat menghindar dan berusaha memberikan penjelasan dengan tugas dan fungsinya sebagai jurnalis.

Atas kejadian yang menimpa dirinya, dan atas saran dari redaksi, Jurdil kemudian melaporkan tindakan arogan oknum Kepala Desa Desa Hiligodu Ulu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nias dengan bukti rekaman video.

Namun sayang, sepertinya petugas SPKT Polres Nias kurang memahami Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena menurutnya, dari barang bukti rekaman video yang dimiliki oleh korban tidak ada unsur pidananya. Sehingga laporan pun ditolak oleh mereka.

Berbeda dengan pendapat Penasehat Hukum Fakta Pers, Toni Sastra, SH. MH. CIL setelah melihat rekaman video yang dikirimkan Jurdi Laoli. Menurutnya, “sikap arogan dan kata-kata kotor yang dilakukan Anarsir Laoli alias Ama Citra Laoli kepada jurnalis, selaku kepala desa dia tidak mencerminkan sikap sebagai seorang pejabat pemerintahan. Dan di dalam video itu sangat jelas melanggar Undang-undang No. 40 tahun 199 tentang Pers,”

“Sesuai dengan pasal 18 ayat 1 Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999 dijelaskan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah),” jelas Tosa, panggilan akrab Toni Sastra di kantornya Jumat (13/1).

Tosa menegaskan, “jika Kepolisian Resort Nias tidak menaggapi laporan wartawan kami, kami akan melaporkan oknum kepala desa itu ke Mabes Polri, bahkan ke Dewan Pers kalau diperlukan. Karena selama ini intimidasi dan penghinaan terhadap profesi jurnalis tidak ada yang kebal hukum.”

Sementara itu, salah seorang warga Dusun IV berinisial (K) menjelaskan kepada Fakta Pers, “memang Kepala Desa Hiligodu Ulu itu sikapnya arogan dan tidak bertanggungjawab terhadap masyarakatnya, selama menjabat dia juga belum pernah menginjak dusun kami ini,”

Dalam hal ini Redaksi Fakta Pers berharap kepada Bupati Nias dan jajarannya untuk menindak tegas oknum kepala desa yang sudah melakukan tindakan arogan dengan mengancam dan melontarkan kata-kata kotor terhadap jurnalis yang menjalankan tugas kontrol sosial di masyarakat. Redaksi Fakta Pers juga berusaha menghubungi Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua, SH. MH melalui sambungan seluler untuk mendapatkan informasi terkait penolakan laporan wartawan. Namun belum mendapatkan respon.

(Deserman Lase)

Komentar

News Feed