oleh

Bambang Palasara: Sangsi Tegas Kepada Pelaku Pungli dan Peredaran Narkoba di Lapas

Bambang Palasara, Kepala Depkumham Jambi memberikan cindera mata kepada Junaidi Rison dari Kejari Sarolangun

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Kondisi maraknya pelaku pungli dan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan diantisipasi dengan sanksi tegas terhadap pelaku. Bambang Palasara, Kepala Depkumham Jambi mengatakan, bahwasanya masalah terberat yang dihadapinya di lapas adalah maraknyapungli dan peredaran narkoba di lapas, “Saya minta tidak ada lagi kutipan-kutipan, tidak zamannya lagi” katanya.

Awal bekerja di Jambi, Bambang merasa berat dengan banyaknya kasus narkoba dan pungli terhadap warga binaan lapas. Ditanya wartawan tentang upaya pencegahan dan penindakan terjadap pelaku, Bambang meyebutkan salah satu jalan keluarnya adalah dengan peneerap sistem komputerisasi pengawasan, dengan Sistem SDP (Sistem Database Pemasyarakatan). “Kita akan terapkan SDP secara komputerisasi”, sebutnya.

Bambang akan memberlakukan sangsi tegas kepada pelaku pungli, tergantung tingkat kesalahannya, “kalau berat langsung pada sangsi hukum, kalau ringan diberi peringatan dan sangsi administrasi”, lanjutnya pada acara pisah sambut Kalapas kelas III Sarolangun antara Junaidi Rison dengan Rusydi, di Lapas kelas III Sarolangun, Rabu (25/1) kemarin.

Pada acara psah sambut terebut, Junaidi Rison mengatakan, selama bertugas tiga tahun lebih, dia bertugas dengan  aman dan tertib, “untuk Sarolangun aman dan tertib tidak ada yang ekstrim, seperti lapas lain”, ujarnya.

Junaidi mengawali tugasnya di Lapas Sarolangun dengan kondisi keterbatasan gedung dan sarana prasarana lainnya, hingga sekarang sudah dalam kondisi baik, “semua atas kerjasama yang baik dengan pegawai Lapas dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun”, tambahnya.

Acara pisah-sambut tersebut, hadir Kakanwil Depkumham Jambi, kepala Pengadilan Negeri Sarolangun, pembina agama, tokoh masyarakat, Polres, dan jajaran Danramil 0420 Sarko. Junaidi mengaku hubungan baik dan harmonis selalu dapat terjaga, “dengan Kepolisian dan TNI kita selalu menjaga kebersamaan, sehingga tercipta kehamonisan”, urainya.

Dalam perkenalannya, Supriadi pengganti Junaidi, memulai karirnya dengan bekerja di Lapas Kuala Simpang, Aceh Timur, Cirebon, Batu Sangkar Sumbar, Siak- Riau, dan sekarang di Lapas kelas III Sarolangun.

Pj. Bupati Sarolangun yang diwakili Staf Ahli Sakwan, memberikan kata perpisahan  sebagai ungkapan terimakasih, secara organisatoris dan kekeluargaan. “Hubungan secara organisatoris dan kekeluargaan akan kita lanjutkan dan tingkatkan, walau sudah tidak di Sarolangun lagi”, katanya.

Dan kepada Rusydi, Sakwan mengatakan agar dapat bekerja dengan baik di Sarolangun, “Mudah-mudahan di Sarolangun, bapak dapat bekerja dengan baik”, kata Sakwan.

Begitupun kepada warga binaan Lapas, Sakwan memberikan pesan dan nasehat secara sosial dan keagamaan, sampai kepada pentingnya silaturrahmi.

Bambang Palasara, kepala Depkumham Jambi, yang baru seminggu bertugas di Provinsi Jambi, sebelumnya di Bangka Belitung, pernah bertugas di Sarolangun selama dua tahun semasa Sarolangun dipimpin oleh Hasan Basri Agus.

“Saya salut dengan Pak Junaidi, telah banyak diperbuatnya di sini, semoga sukses di tempat baru”, kata Bambang.
“Pak Rusdi, tolong pertahankan dan tingkatkan prestasi yang ada di sini, silahkan berinovasi, biar tidak statis”, sambungnya yang diarahkannya kepada pengganti Junaidi.

Bambang juga menyebutkan, menyikapi beredarnya narkoba dan pungli di Berbagai Lapas, akan dilakukakan pengawasan dengan CCTV. Beitupun dengan perpeloncoan bagi warga binaan baru, Bambang mengakui hal tersebut, tetapi dia mengaku tidak sistemik, “Kejadian pelonco bagi warga binaan baru tidak saya pungkiri, terjadi tapi tidak sistemik”, pungkasnya.

(Sadri E)

Komentar

News Feed