Selasa, Juli 27, 2021
BerandaDiduga Tak Paham Undang-undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Oknum Petugas...
Array

Diduga Tak Paham Undang-undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Oknum Petugas Pengadilan Negeri Soasio Tidore Larang Wartawan Liputan

Asri R, salah satu Petugas Pengadilan Negeri Soasio Kota Tidore Kepulauan yang melarang wartawan melakukan peliputan.

FAKTA PERS – TIDORE.

Tak memahami aturan dengan baik tentang undang-undang keterbukaan informasi publik maupun undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Membuat salah satu oknum petugas Pengadilan Negeri Soasio Kota Tidore Kepulauan bernama Asri R dengan penuh kecongkakkan dan percaya diri melarang wartawan untuk masuk dan melakukan peliputan terkait dengan tuntutan masa aksi yang tergabung dari sejumlah elemen mahasiswa dan pihak kesultanan tidore guna melakukan hearing dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) Soasio Tidore tentang dugaan kasus pengerusakan fasilitas kantor PT. FBLN yang menjerat 14 warga gebe pada Selasa (23/1) siang.

Pelarangan yang dilakukan olehnya, dengan alasan berdasarkan perintah pimpinan dan aturan yang diterapkan pengadilan. Sontak saja, hal tersebut kemudian memicu insedent adu mulut antara wartawan dengan petugas PN tersebut, dimana para wartawan mencoba menjelaskan kepadanya bahwa terkait dengan masalah tersebut wartawan hanya menjalankan tugas sebagaimana amanah undang-undang. Hanya saja, ia masih tetap bersih kukuh untuk melarang wartawan masuk dan mengikuti proses hearing.

Namun demikian, tidak berselang lama, salah satu petugas PN Soasio lainnya keluar dan mengajak wartawan untuk masuk melakukan peliputan. Saat sejumlah awak media mencoba untuk meninggalkan pengadilan negeri soasio.

Persoalan yang tak pantas dilakukan oleh petugas tersebut, membuat salah satu anggota Komunitas Wartawan Tidore kepulauan (Kwatak), Sartini Abubakar kemudian angkat bicara, ia mengatakan bahwa, sesungghnya sikap yang ditunjukan Asri yang bertugas di PN Soasio tidak sepantasnya menunjukan sikap yang arogan dan terkesan mendiskriminasi kewajiban wartawan, sebab wartawan adalah mitra dari pemerintahan termasuk pengadilan.

Oleh karwna itu ia meminta kepada Kepala Pengadilan Negeri Soasio agar dapat mengambil sikap untuk mengevaluasi sikap kecongkakan yang ditunjukan oleh Asri.

“Seharusnya dia (Asri) itu sadar diri dan sadar posisi, jangan karena atas dasar loyalitas terhadap pimpinan membuat dia terkesan tidak mengerti dengan aturan. Sebab Wartawan ini bekerja dasarnya jelas. Kalau dia melarang itu sama halnya dia menabrak aturan. Lagipula sikap yang ia tunjukan itu bagi saya tidak pantas dilakukan sebagai abdi negara”. Pungkasnya.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments